Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 178


__ADS_3

Entah kenapa Nathan merasa cemburu dengan kedekatan Nabila dengan bapak matio, padahal cuma mungkin kebetulan berjalan secara berdampingan dan kebetulan masuk secara bersamaan.


Sepanjang jalannya pembelajaran kelas pendidikan kewarganegaraan,mendadak terasa panas.Nathan,tak bisa diam, pandangan nya terus mengarah pada bapak matio dan Nabila.


"Sudahlah nath,kalau cinta tinggal ngomong aja".Saran Noval yang mulai jengah terhadap Nathan yang seperti malu-malu kucing hanya ingin mengungkapkan sebuah perasaan nya.


Nathan,kembali menatap tajam kearah Noval."Tidak semudah itu ferguso".Sahut Nathan,kembali menatap Nabila yang dengan santai nya mengajukan pertanyaan.


Yah,kali ini tidak menggunakan debat melainkan tanya-jawab langsung yang di berikan oleh murid terhadap gurunya langsung.


Terlihat dengan jelas di mata Nathan yang sepertinya sudah merasakan cemburu buta terhadap bapak matio,dimana bapak matio menjelaskannya dengan tatapan penuh cinta dan tutur katanya yang lembut membuat siapa saja bisa salah paham.


Nathan,menanti berakhir mata pelajaran dengan perasaan yang tak karuan entah apa sebabnya setiap Nabila mengajukan pertanyaan,dia juga harus bisa mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


Noval,yang jengah dengan Tingkir laku Nathan hanya bergeleng-geleng kepala merasa geram sekaligus kesal terhadap sahabat karibnya.


Mata pelajaran kedua pun,Nathan melakukan hal yang sama.Mengajukan pertanyaan bila Nabila juga mengajukan pertanyaan dan diam bila Nabila juga ikut diam.


Pelajaran kedua,sama halnya dengan pelajaran pertama.Waktu terasa begitu lambat ,tak bergerak meski sudah lama duduk berdiam diri.Terkecuali pelajaran ketiga dan keempat, banyaknya diam dan duduk di tempat karena di jam ketiga dan keempat ini adalah pelajaran ekonomi dan agama.


Mata Nathan,tak pernah lepas dari Nabila,bibir nya akan memberengut sebal,kala Nabila melakukan interaksi dengan sang guru padahal yang di lakukan Nabila hanya bertanya dan menjawab bila sang guru bertanya balik terhadapnya.


Kring....


Kring...


Kring...

__ADS_1


"Sederhana senyumannya...Ah,sudah candu bagi ku".Gumam Nathan,tak sengaja melihat Nabila tersenyum.Biasanya dia hanya melihat Nabila cemberut dan terlihat kesal.


"Buruan tembak dia".Seru seseorang membuyarkan lamunan Nathan.


"Di kira dia burung,main tembak aja".Sahut Nathan tanpa menoleh kearah si pemilik sumber suara yang dia tahu pasti dia adalah Noval.


Yah,Noval lah yang giat dan gencar menyuruh Nathan untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya terhadap Nabila karena dia tahu perasaan Nathan terhadap nabila dan seberapa kerasnya dia mencoba menolak perasaan aneh yang menjalar di hatinya.


Noval,harus kembali menghela napasnya kala Nathan belum juga berani mengungkapkan perasaannya pada gadis miskin penuh dengan perjuangan.Nabilq Kemala.


Nathan, hanya terlihat santai sembari menyangga kepalanya dengan kedua tangan nya.Tak merasa risih apalagi harus terburu-buru mengungkapkan perasaannya seperti yang di ucapkan oleh Noval berulang kali.


Belajar dari pengalaman.Tepatnya, pengalaman Noval yang harus menelan pil pahit di saat dia sudah yakin gadis pujaan hatinya akan menerima cintanya.Belajar dari itu semu,apalagi Nathan tak yakin dengan perasaan yang di milikinya.Cinta ataukah obsesi?, keduanya baginya tak bisa dibedakan sebab hampir sama.

__ADS_1


"Yaudah,pulang yuk.. Teman-teman pasti sudah menunggu di basecamp".Ajak Noval Dandi setujui oleh Nathan secara langsung tanpa drama.


__ADS_2