
Kring...Kring...Kring
Suara alarm jam berbunyi nyaring, menandakan waktu yang sudah di atur dan di setel sudah masuk ke waktunya orang-orang bangun dari tidurnya.
Semalam Nabila pulang sekitar jam 10 malam dengan keadaan jalanan yang sepi,belum lagi hawa dingin yang menusuk setiap inci permukaan kulit nya.
Nabila, terlalu berat untuk sekedar membuka matanya, kepalanya terasa pening akibat kekurangan tidur.Nabila, memaksakan tubuhnya untuk merespon suara alarm yang terus berbunyi membangunkan dirinya dari bunga tidur yang sempat dia rasakan.
Perlahan tapi pasti Nabila,mulai bisa membuka matanya dan tubuhnya dia paksa untuk bangun dari tidurnya meski rasa pusing dan kantuk menyerang dirinya.
"Yo,mata buka yuk".Ajak Nabila pada matanya dan tubuhnya yang bermalas-malasan untuk bangun lebih awal untuk menyiapkan barang dagangan untuk dia jual.
Nabila,terduduk diam sembari mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu sebelum dia memutuskan untuk membersihkan diri dari sisa-sisa aktivitas semalam.
__ADS_1
Nabila, menyibak selimut usangnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menggunakan pakaian seragam sekolah nya.
Seperti biasa,Nabila melakukan mandi kilat memburu waktu yang terus berjalan tanpa di sadari apalagi bisa di hentikan.
Nabila,mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat barang dagangannya seorang diri di pagi buta,ingin membangunkan adiknya atau ibunya, rasanya Nabila tak tega melihat orang-orang di sekitarnya harus terganggu di waktu istirahat nya.
Berbekal dengan pengalamannya dan kecepatan bekerja nya.Nabila sebisa mungkin mempersiapkan diri tanpa mengeluarkan bunyi apalagi harus membuat nisa atau ibunya terbangun.
Rencananya Nabila ingin membuat beberapa kantong plastik makaroni agar dia bisa dengan cepat membeli smartphone atau laptop dalam waktu dekat.
Beberapa kali dia sempat menguap,namun di paksa harus kerja keras demi memenuhi segala ambisi dan segala keinginannya.
Nabila,baru mengumpulkan uang sekitar 100 ribu,masih banyak kekurangannya yang harus dia tutupi dengan membuat barang dagangannya lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.
__ADS_1
Nabila, begitu cekatan menyiapkan barang dagangannya dengan jumlah sekitar 80 bungkus plastik kemasan makaroni balado yang akan dia jual pada hari ini.
Sekitar pukul 6,Nabila sudah siap mengemas dan merapihkan barang dagangannya ke kantong plastik berukuran besar berbarengan dengan ibu martinah yang terbangun untuk menyiapkan sarapan.
"Lah kok,kamu sudah bangun sih bil?".Ibu martinah terkejut dengan keberadaan Nabila yang tiba-tiba sudah berada di dapur dengan kantong plastik berukuran besar telah tersaji di depan matanya.
"Iya,Bu".Sahut Nabila,sembari menenteng keluar kantong plastik berisi barang dagangan nabila.
Ibu martinah, hanya bisa pasrah dan menatap kepergian Nabila dengan barang dagangan yang sudah siap di bawa oleh anaknya.
Ibu martinah,bergegas melakukan aktivitas nya sebagai ibu rumah tangga, dengan menanak nasi dan lauk seadanya untuk di santap oleh dirinya dan juga kedua putrinya.Sedang Nabila,dia tengah mengeluarkan sekantong plastik berukuran besar keluar rumah.
"Hah.. Ternyata berat". Saking semangat nya Nabila sampai-sampai tak menyadari barang dagangan yang akan dia jual memiliki bobot yang berat untuk ukuran tubuh Nabila yang munggil.
__ADS_1
Nabila,bergegas kembali ke dalam rumah untuk membantu ibunya menyiapkan menu sarapan sederhana mereka di tungku kayu bakar yang memakan waktu cukup lama dalam proses penyajian nya dn tingkat kematangannya tak bisa di prediksi,tidak bisa di mundurkan apalagi di percepat.