
"Apa gue gak salah lihat?".Tanya Noval sembari menoleh kearah Nathan yang bahkan dengan santai nya mengeluarkan alat tulisnya.
"Emang apa yang loe ingin lihat?."Tanya balik Nathan sengaja memprovokasi Noval yang masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya sampai-sampai meneteskan air liurnya seperti seseorang yang tengah melihat makanan enak tersaji di depan mata.
Noval,mendelik sebal.Pertanyaannya di jawab dengan pertanyaan dan bukan mendapatkan jawaban pasti dari tersangka yang ingin dia mintai keterangan.
"Yang loe lihat itu memang benar tanpa settingan, tanpa penipuan".Jelas Nathan, tanpa menoleh kearah Noval dan bahkan hanya menatap gadis yang duduk sendirian tepat di sampingnya.
Noval tak menggubris penjelasan Nathan dan memilih fokus ke depan sebab guru mata pelajaran sudah masuk dan memulai aktivitas belajar-mengajar dengan di sertai dengan intrik drama di dalam, siapa lagi yang memulainya selain nathan sendiri yang selalu usil terhadap rival debatnya.Nabila Kemala.
__ADS_1
Berbagai drama demi drama terus tersaji terutama drama antara Nathan dan Nabila dimana keduanya terlibat adu mulut dengan materi yang sedang di bahas bahkan salah satu diantaranya tak mau mengalah hingga Nathan dan Nabila sendiri sudah seperti ahli debat yang menjelaskan suatu materi pelajaran di sertai dengan alasan dan penjelasan yang terlontar satu sama lainnya.
"Iklim dan cuaca itu berbeda,tidak sama apalagi harus di bandingkan".Sanggah Nabila terhadap penjelasan nathan.
"Apa loe bisa menjelaskannya?".Tantang Nathan, berapi-api sekali ingin menjatuhkan Nabila di hadapan teman-temannya.
Nabila,hendak menjelaskan apa yang di minta oleh Nathan yang dia tahu itu adalah sebuah ujian terhadap kepintarannya tapi bel tanda berakhirnya mata pelajaran menyelamatkan Nabila dari kekalahan dan Nathan yang harus kembali mendesah kecewa akibat waktu yang tak terasa berakhir dengan begitu cepatnya.
"Harusnya Nabila di biarkan menjelaskan dulu".Celetuk Nathan, menginterupsi langkah kaki guru mata pelajaran yang hendak keluar kelas.
__ADS_1
Guru mata pelajaran hanya tersenyum mendengar protes Nathan yang tak seharusnya di ucapkan.Toh,Nabila selalu bisa menjelaskan dan mengalahkan Nathan dengan kecerdikan dan kepintarannya meski Nathan selalu usil terhadap Nabila dan selalu menguji kepintarannya.
Jam pelajaran ke-dua pun sama seperti jam pertama,dimana Nathan selalu usil dengan memberikan berbagai rentetan pertanyaan pada Nabila yang lagi-lagi bisa di jelaskan dan di jawab dengan begitu apiknya oleh seorang Nabila kemala.
Beberapa kali Noval mengingatkan Nathan akan tetapi Nathan tak pernah menggubris ucapan Noval dan berakhir dirinya di permalukan dengan jawaban pamungkas dari nabila.
"Kenapa gue selalu kalah?".Keluh Nathan yang harus menelan pil kekecewaan atas kekalahan telak atas jawaban Nabila.
"Udah gue bilang,berhenti memberikan pertanyaan pada Nabila karena itu akan mempermalukan diri loe sendiri".Sahut Noval, menimpali keluh kesah Nathan yang harus menerima kekalahan untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Nathan,mendelik sebal.Sudah kalah,di tambah lagi harus mendapatkan sindiran dari Noval yang di akui nya memang selalu memperingati dirinya sejak awal dia melancarkan aksinya terhadap Nabila yang memang di rasa bisa di kalahkan dengan pertanyaan absurd nya.
"Yah,entah kenapa dia selalu di lindungi oleh dewa amor".Sahut Nathan sembari menoleh kearah Nabila yang tengah sibuk mengerjakan beberapa lembar jawaban.