Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 181


__ADS_3

Mulut Nabila tak henti-hentinya terus berkomat-kamit,berharap sosok itu menghilang dan dia bisa pergi dengan leluasa.


Harapan Nabila tak sesuai,dimana sosok itu malah menyentuh pundaknya dan hal itu membuat bulu kuduk Nabila berdiri seiring dengan sosok itu mencoba untuk mendekati nya.


"Nabila...."


Deg


Panggilan itu menambah rasa takut Nabila, tanpa sadar Nabila berjongkok sembari mengatupkan kedua tangannya memohon atas keselamatan nya dan sosok itu melepaskan nya.


"Ampun...Jangan sakiti aku,aku mohon".Teriak Nabila histeris bercampur rasa takut.


Pria itu tak mengindahkan permohonan Nabila, bahkan sosok itu menyentuh tangan nabila yang memohon atas keselamatan dirinya.


"Pergi,jangan ganggu aku".Nabila semakin berteriak histeris,di sertai dengan tangisan."Aku mohon, pergilah".Mohon Nabila, mengiba.


Kali ini, sepertinya sosok itu mendengarkan permohonan Nabila dan melepaskan genggamannya di tangan nabila.


Hening, suasana mendadak hening seketika setelah teriakan Nabila yang tak henti-hentinya mengiba sembari menangis sesenggukan.

__ADS_1


Sosok itu seperti telah menghilang di telan bumi dan ruangan perpustakaan mendadak menjadi hening.


Nabila,mencoba untuk membuka matanya secara perlahan dengan harapan sosok itu telah benar-benar menghilang begitu Nabila telah sempurna membuka matanya.


"Baaaa...."


Sekali lagi Nabila terlonjak kaget hingga jatuh tersungkur akibat rasa takut bercampur oleh rasa terkejut akibat ulahnya sendiri.


"Kau takut,Nabila?".Tanya sosok itu lagi.


Nabila,tak bisa mempercayai apa yang dia lihat di depan matanya.Lihatlah rival debatnya tengah menatap kearahnya sembari menahan tawanya.


"Haha ...Haha...haha..."Pria itu yang di sinyalir adalah Nathan hanya tertawa bahagia melihat reaksi terkejut Nabila,apalagi dia tadi melihat Nabila yang ketakutan setengah mati hingga dirinya berteriak histeris.


"Rupanya kau penakut juga,Nabila Kemala".Sindir Nathan sembari tertawa terbahak-bahak.


Nabila, bangkit berdiri."Kalau sedari tadi gue tau itu loe,udah gue pukul kepala loe".Hardik Nabila,kesal.


Nathan, mendadak menghentikan tawanya dan menatap Nabila sekilas.Lalu tertawa lagi dengan begitu kerasnya hingga dia lelah sendiri.

__ADS_1


Nabila, mencebikkan bibirnya sebal.Bisa-bisanya Nathan mengerjainya hingga dia ketakutan setengah mati akibat ulah Nathan dan pemikiran nya sendiri tentang mahkluk tak kasat mata.


Nabila,memilih untuk meninggalkan Nathan yang tak mau berhenti tertawa dan merapihkan barang-barang nya, hendak bersiap diri untuk pulang.


"Ah dasar alien,sekali nya suka menganggu tetap aja terus jadi seperti itu".Gerutu Nabila,merutuki sikap dan kekakuan Nathan yang hampir membuat nya mendadak mengalami serangan jantung.


Nabila, memasukkan laptopnya ke tas jinjing nya dan memasukkan beberapa alat tulisnya yang dia keluarkan tadi sebelum melanjutkan menulis novel.


Masa bodoh dengan nathan yang Nabila sendiri saja tak Sudi menoleh kearahnya yang tertawa diatas penderitaan nya.


"Mau pulang yah?".Tanya Nathan, begitu Nabila berada di ambang pintu.


Nabila,tak menggubris pertanyaan Nathan dan bahkan hendak mengunci Nathan di perpustakaan sendirian dalam keadaan keringat membasahi seluruh bajunya.


"Tunggu!".Teriak Nathan,Nabila hendak menutup dan mengunci dirinya sendirian di dalam perpustakaan.


Dengan secepat kilat,Nathan keluar dari perpustakaan saat benar-benar pintu akan tertutup dengan begitu sempurna dan nampaknya Nabila tak terlalu memperdulikan Nathan yang bertanya dan berusaha untuk keluar.


"Jahat sekali kau".Gerutu Nathan.

__ADS_1


"Lebih jahat,loe".Balas Nabila, tanpa menoleh kearah Nathan.


__ADS_2