
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".Ucap salam dari guru mata pelajaran yang hendak mengajar.
Tatapan tajam Nathan pada Noval harus terhenti dan dia terpaksa duduk kembali sembari hatinya terus merasa was-was sebab Nabila belum kunjung terlihat batang hidungnya, sesuatu yang tak pernah terjadi dalam hidup Nabila selama dia sekolah.
"Beri salam".
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".
Nathan, mencoba untuk berpikir positif kendati hatinya terus bertali.Rival debat nya belum kunjung terlihat.Tunggu...
Seharusnya Nathan senang bukan?,tapi kenapa Nathan terus gelisah menantikan kedatangan musuh bebuyutan nya?.
"Assalamu'alaikum".Di saat hatinya semakin berdebar tak karuan,di saat itu pula suara wanita yang tak asing lagi terdengar memecah keheningan dan memutus kekhawatiran Nathan terhadap nabila.
"Nabila".Reflek Nathan berteriak, begitu Nabila sudah masuk ke dalam kelas dan melakukan salam takzim pada guru yang hendak mengajar.
__ADS_1
Perhatian semua orang tertuju pada Nathan yang seenaknya berteriak, seperti seseorang yang tengah meneriaki maling.
Nabila, mengarahkan pandangannya kearah meja nathan yang memanggil nya dengan begitu kencang seperti dirinya telah kepergok melakukan tindak kejahatan.
Sadar dirinya mendapatkan tatapan dari teman kelas nya termasuk itu Noval yang sampai melotot sambil mulutnya menganga lebar.Nathan,bersikap dengan tenang sambil berkata.
"Dia telat masuk kelas,jadi aku berteriak.Saya pikir dia harus mendapatkan hukuman"Alibi nathan.
"Oh".Semua murid kompak hanya beroh ria saja,sedang Nabila terlihat jengkel dengan alasan yang di buat-buat oleh Nathan.
Nathan, terlihat tersipu malu sampai-sampai pipi dan telinganya merah padam akibat menahan rasa malunya.Sedang,Noval harus kembali menahan rasa bahagianya melihat tingkah laku konyol nathan yang baru pertama di lakukan nya.
"Ceroboh sekali anda".Celoteh Noval diantara tawa nya yang tertahan.
Nathan,kembali melayangkan tatapan tajam kepada Noval yang berani menertawakan nya dan menganggap tingkah lakunya konyol.
__ADS_1
Nabila duduk di bangkunya dengan bernapas lega setengah mengeluarkan keringat dingin setelah dia berusaha berlari agar tidak kedahuluan guru yang hendak mengajar.
Keasyikan menulis novel hingga membuat Nabila lupa waktu,bel berbunyi saja sampai tak terdengar.Tersadar kala di ingatkan oleh petugas perpustakaan yang memberitahu Nabila.
Alhasil Nabila,harus berlarian mengejar waktu takut guru yang mengajar sudah masuk ke kelas dan berakhir dia mendapatkan hukuman.Namun, beruntung nya dia karena guru yang mengajar kali ini adalah bapak Matio yang baik hati dan selalu bersikap ramah terhadapnya.
"Hampir saja".Ucap Nabila,bernapas lega karena tak mendapatkan hukuman.
Nathan,yang menatap Nabila sampai bergeleng-geleng kepala melihat dan menyaksikan Nabila yang lolos dari jerat hukuman.
"Aneh tapi nyata".Gumam Nathan sembari terus-menerus bergeleng kepala.
"Yah,gak aneh secara Nabila kan murid kesayangan".Celetuk Noval menyahuti gumaman Nathan.
"Yah,loe benar".Sahut Nathan sembari menatap Noval.Kali ini Noval tidak asal bicara dan memang terbukti Nabila adalah salah satu kesayangan para guru yang mengagumi kepintaran dan kegigihannya dalam belajar diatas kekurangan ekonomi nya.
__ADS_1
Waktu terus bergulir cepat tanpa terasa,dua mata pelajaran terakhir telah rampung terselesaikan dengan intrik drama di dalamnya.Siapa lagi yang membuat drama?,selain nathan dan Nabila yang menjadi sasaran empuk nya.Namun,lagi nathan tak pernah bisa mengalahkan kegigihan Nabila dalam merubah nasib nya dan perjuangan nya dalam menyelesaikan sekolah menengah atas nya.