
Di pagi hari yang dingin dan gelap,ibu martinah dan Nabila sudah banjir air mata.Mengungkap segala penyesalan dan juga keresahan hati mereka masing-masing tentang penderitaan dan juga rasa sakit yang mungkin tanpa sengaja di timbulkan oleh mereka tanpa sengaja.
Nabila,harus mengakhiri pelukan di pagi hati yang banjir dengan air mata dan beranjak pergi ke kamar mandi dalam keadaan masih menangisi masih hidupnya dan segala penyesalan ibunya yang tanpa sengaja memberikan penderitaan untuk kedua putrinya,tak hanya itu saja yang membuat Nabila menangis,tapi dengan pengakuan ibunya lah yang membuat hati Nabila teriris.
Ibu martinah tanpa sengaja telah mendengar keluh kesahnya yang seakan menyesal telah di lahirkan oleh rahim yang salah.Itu yang membuat Nabila menangis,menangis karena menyesal.
Dalam guyuran air,Nabila membilas tubuh dan kepalanya seiring dengan rasa sakit dan penyesalan yang teramat dalam atas sikap dan kata-kata nya yang tak dapat dia jaga.
"Maafkan,Nabil Bu".Sesal Nabila, sembari terus mengguyur kepalanya dengan air yang ada dalam bak mandi.
__ADS_1
Nabila,tak menyangka kata-kata nya bisa di dengar oleh ibunya dan membuat hatinya terluka.
Nabila,tak ingin terus-menerus menangisi nasibnya yang sudah terlanjur menjadi bubur dan bubur tidak akan kembali lagi menjadi nasi.Mandi kilat,Nabila lakukan agar bisa menyempatkan diri membantu ibunya yang sudah bersusah payah dalam menyiapkan segala keperluan berjualannya yang mau tak mau dia harus melakukannya dalam jumlah besar.
Nabila, menggunakan seragam putih abu-abu nya yang telah lusuh dan menguning pemberian dari tetangganya yang berbaik hati memberikan baju seragam pada Nabila yang tak mampu membeli nya.
Hari Senin,telah tiba dengan membawa semangat dan harapan yang baru bagi Nabila.Berharap hati ini dagangan nya laku dengan jumlah besar agar dia mampu mengumpulkan pundi-pundi uang demi bisa mengikuti lomba menulis novel online yang telah di tawarkan oleh pak mario.
Bila,tak ingat ibu dan adiknya,sudah sedari kematian dia mengundurkan diri sebagai peserta lomba menulis novel online,yang sayangnya dia sudah terlanjur mendaftarkan diri melalui online.
__ADS_1
Nabila,yang sudah siap dengan seragam putih abu-abu nya, sarapan kilat dengan menu sederhana dan waktu yang tersisa cukup banyak, memberikan kesempatan pada Nabila untuk membantu membersihkan ibunya dalam menyiapkan barang dagangannya.
"Nabil,bantu Bu".Tawar Nabila,sembari duduk di samping ibu martinah yang tengah mengemas makaroni dalam plastik kemasan.
Tanpa membantah,ibu martinah memberikan ruang bagi Nabila untuk membantunya dalam mengemas makaroni yang jumlahnya lumayan banyak untuk Nabila jual sendiri di halaman sekolah.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya dalam menyelesaikan pengemasan makaroni dalam plastik kemasan, hanya memasukkan dan di tutup dengan menggunakan lelehan lilin.
Nabila menghitung sembari memasukkan barang dagangannya pada kantong plastik berukuran besar, tempat barang dagangannya nya di simpan dan di bawa.
__ADS_1
Total ada 100 makaroni yang telah di buat oleh ibu martinah di pagi buta hingga waktu menunjukkan pukul 6 pagi.Sengaja makaroni itu lebih banyak dari hari-hari sebelumnya,agar uangnya pun terkumpul lebih banyak dan cepat di waktu yang tersisa sekitar 15 hati lagi.