Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 125


__ADS_3

Malam yang semakin larut,Nabila yang tengah asyik menulis novel tak menyadari lokasi si sekitarnya dan waktu terus beranjak naik.


Rasa kantuk itu baru Nabila rasakan setelah dia hampir rampung menyelesaikan novel nya,dan baru tersadar dengan keadaan sekitarnya yang telah gelap gulita hanya menyisakan beberapa pengendara yang lewat.


Nabila,terpaksa harus membersihkan sampah-sampah bekas pembeli dan membereskan alat-alatnya sebelum pulang ke rumah dengan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.


"Mbak.."Nabila dia sejenak, panggilan di sertai dengan tepukkan tangan di bahunya membuat Nabila bergidik ngeri,menoleh pun tak berani.


"Mbak.."Panggil nya lagi,yang di sinyalir itu adalah suara pria.Nabila,semakin bergetar ketakutan.Dia yang sendirian, perempuan pula di tengah malam yang bahkan kendaraan saja sudah jarang.


"Aku bukan orang jahat,apalagi hantu".Jelas pria itu,menepis segala rasa takut dan keraguan nabila.


Perlahan tapi pasti,Nabila mencoba untuk menoleh memalingkan muka pada pria yang berani menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Baaaa....."Begitu Nabila,menoleh.Alangkah terkejutnya dia saat pria di hadapannya dengan santainya malah melakukan aksi ciluk baaa, yang lazimnya di lakukan oleh orang dewasa pada anak kecil.


"Loe,buat gue takut aja".Tanpa sadar,Nabila memukul tangan dan perut pria itu hingga pria itu hendak pergi menghindar dari serangan brutal Nabila yang tak terduga.


"Kalau loe takut, harusnya jangan jualan sampe malem kali".Hardik pria itu,sembari mencoba menghindari serangan brutal milik nabila.


"Salah sendiri mengagetkan orang,untung jantung gue masih aman terkendali".Sahut Nabila, menghentikan aksi serangan brutalnya pada pria yang ada di hadapannya.


Merasa ada yang memperhatikan,Nabila menoleh kearah pria itu yang berdiri sembari bertopang dagu, layaknya seorang pria yang mengagumi idol perempuan nya.


"Gak bosen apa terus gangguin gue,gak di lingkungan sekolah gak di luar lingkungan sekolah.Nathan anumerta".Gertak Nabila,tak suka Nathan terus menatap kearahnya.


Yah,pria itu tak lain dan tak bukan adalah Nathan anumerta,dia lah pria yang membuat Nabila senam jantung di buatnya di tengah malam dengan keadaan sepi di sekitarnya.

__ADS_1


"Buatkan gue kopi hangat, tubuh gue kedinginan perlu di hangatkan". Tanpa menjawab pertanyaan Nabila,Nathan malah menyuruh Nabila untuk meladeni permintaannya dan melenggang pergi untuk duduk di bahu jalan.


Nabila,melongo menatap kepergian Nathan dengan menyuruhnya membuatkan kopi hangat padahal dia sudah bersiap untuk pulang ke rumah.


"Seenaknya, memerintah".Gerutu Nabila, dengan tetap meladeni Nathan dengan permintaan absurd nya di tengah rasa kantuk dan hawa dingin yang mulai menyerang tubuhnya.


Nathan,mana mendengarkan ocehan Nabila yang bahkan mungkin mengumpati dirinya, kalaupun mendengar dia tidak akan peduli dan tetap memperlakukan Nabila dengan sesuka hatinya.


Tak butuh lama untuk Nabila menuruti perintah Nathan, hanya menuangkan kopi instan dalam gelas plastik dan menyeduhnya menggunakan air panas,pesanan Nathan sudah siap di antarkan.


"Kopi nya belum di aduk,gue lupa naro sendok".Jelas Nabila,sembari menyodorkan gelas plastik pada nathan,tapi Nathan mengambilnya dengan mendelik sebal tanpa mengucapkan terimakasih pada Nabila.


"Hanya itu?". Tanya Nabila,sembari melongo tak percaya.Lagi-lagi Nathan, membuatnya terkejut dengan segala sikap nya.

__ADS_1


__ADS_2