Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 38


__ADS_3

Tak terima Nita menyeret tangan Nathan dengan kasarnya, tepatnya Noval tak terima jika Nita harus beradegan mesra dengan Natha versi nya sendiri.Noval, menepis tangan Nita dan memaksa dia menghadap padanya.


"Jangan ganggu dia bodoh".Gertak Noval pada Nita,yang tak siap dengan tarikan tangan Noval.


Anggota geng Nathan yang lainnya juga ikut turut andil memisahkan Nita dari Nabila agar memudahkan ketua mereka melancarkan aksinya.


"Pengecut loe".Teriak Nita pada Nathan."Masa cowok lawan cewek,gak sebanding".Hina Nita, masih melakukan perlawanan terhadap Nathan.


"Suka-suka gue,siapa suruh cewek miskin ini masuk sekolah ini".


"Dia masuk ke sekolah ini karena beasiswa, prestasinya lah yang membuat dia berada di sekolah ini".Sahut seorang wanita yang menyibak kerumunan murid."Dia masuk ke sekolah ini karena prestasi bukan karena uang dan ketenaran orang tua kalian".Jelas ibu guru muda itu.


Nathan,tak gentar dengan kehadiran guru muda.Sedang murid yang lain terlihat lari berhamburan ke meja nya masing-masing.

__ADS_1


"Nathan,kau anak seorang jendral bintang 5.Tapi,sikap mu seperti orang yang tak berpendidikan".Kilat kemarahan dan rasa kecewa dari guru muda itu tergambar jelas.


Guru muda yang merupakan guru geografi bernama Nayara ini menatap tajam pada Nathan yang juga menatap nya tanpa menundukkan pandangannya.Tak sopan baginya,menatap guru seakan menantang dirinya.


"Kau duduk di meja mu.Nathan anumerta"..Perintah ibu guru Nayara.


Dengan terpaksa Nathan menuruti perintah ibu guru Nayara sambil menghentakkan kakinya,kesal.Lagi-lagi aksinya mendapatkan gangguan dan Nabila selalu selamat dari amukan hinaan nya.


"Ini belum berakhir,ku pastikan kau mendapatkan lebih dari ini".Ancam Nathan pada Nabila sebelum melenggang pergi.


Nathan duduk di kursinya dengan sedikit kesal padahal dia duduk di kursi paling depan bersebelahan dengan Nabila.Si ketua murid ini terpaksa memberikan salam penyapa guru yang datang.


"Beri salam".Teriak Nathan, dengan kesalnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".


Ibu Nayara juga sama terpaksa nya menjawab salam dari murid yang kebanyakan tidak tahu-menahu tapi ikut imbasnya.


Sepanjang mata pelajaran ini,terasa membosankan bagi Nathan.Dimana kali ini tak menggunakan metode debat atau diskusi melainkan kerja kelompok tentang iklim dan cuaca.


Setiap kelompok nya harus berpresentase di depan kelas menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan oleh setiap anggota kelompok lainnya.


Meski Nabila sakit hati dengan kata hinaan Nathan dan perlakuan buruk dari anggota geng nya.Namun,Nabila mampu tetap fokus pada mata pelajaran yang sedang di bahas sampai dengan mata pelajaran terakhir pun,Nabila tetap fokus dan mampu menyelesaikan nya dengan baik pula.


"Huh".Nabila,menghela napasnya secara kasar.Pelajaran demi pelajaran telah dia lewati dengan rintangan yang Masha Allah dahsyat nya menguji kesabaran nya.Hampir dia meneteskan air matanya karena tak kuat dengan perlakuan kasar Nathan terhadapnya.


"Ayo,Nabil".Ajak Nita,sembari menyeret paksa tangan Nabila padahal dia belum mengemas buku dan peralatan tulis nya.

__ADS_1


"Ayo,cepat".Teriak Nita,memaksa Nabila mengemas buku dan alat tulis secara cepat dan terburu-buru.


Hal ini luput dari penglihatan Nathan and the sehingga Nita dan Nabila tak harus bersusah payah menghadapi kelakuan absurd Nathan and the genk.


__ADS_2