Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 140


__ADS_3

Nabila, menerka-nerka sendiri keterlibatan antara ibunya dengan hilangnya uang yang dia simpan di kaleng bekas yang dia simpan di dekat kasurnya.


Sikap dan tatapan ibu martinah sendiri, seakan membenarkan praduga dan prasangka Nabila terhadap ibunya sendiri.Namun, dengan segera Nabila singkirkan takut itu malah menyakiti hati ibunya sendiri.


Nabila, melayangkan senyuman manisnya pada ibu martinah yang sedikit gugup akibat tatapan Nabila yang begitu intens menatap dirinya.


"Ibu".Ucap Nabila,sembari merangkul pundak ibu martinah."Aku kehilangan uang yang ada di bekas kaleng kue kering.Apa ibu melihatnya?". Dengan hati-hati Nabila bertanya agar ibu martinah tidak tersinggung dengan tuduhannya yang mengarah pada ibunya sendiri.


Ibu martinah tetap diam,tak menggubris pertanyaan anaknya sendiri.Dalam hati ibu martinah terus berdo'a, memohon atas perlindungan dari sang maha kuasa.


Nabila,semakin menaruh curiga.Ibunya tak menjawab pertanyaannya dan tangan nya masih di sembunyikan lewat tubuh kecil nya.


Nabila,mengintip sedikit.Ibunya mengenggam sebuah kotak yang terbungkus oleh plastik hitam di sembunyikan begitu rapihnya.


"Bu,duduk yuk?".Ajak Nabila,sembari menuntun ibu martinah duduk diatas tukar lusuh dengan berpura-pura tidak mengetahui kotak yang di sembunyikan di belakang tubuh kecilnya.


Ibu martinah,tak membantah.Dia pasrah saat anaknya menuntun dia untuk duduk diatas tukar lusuh dengan kotak terus dia sembunyikan dan dia genggam seakan Nabila tak pernah melihatnya.

__ADS_1


Nabila,duduk saling berhadap-hadapan dengan ibu martinah.Menatap kembali ekor matanya dan raut wajahnya yang sekarang terlihat lebih tenang dari sebelumnya.


Hening,tak ada yang memulai pembicaraan diantara keduanya.Baik Nabila dan ibu martinah, keduanya sama-sama diam tak mengeluarkan sepatah katapun diantara keduanya.


Nabila sibuk dengan pemikirannya sendiri,menduga dan bahkan menuduh ibunya sendiri atas raibnya yang yang dia simpan di bekas kaleng kue kering yang dia kumpulkan dengan sudah payah.


Beberapa kali Nabila,terlihat menarik napasnya beristigfar dalam hati tentang praduga nya yang terarah pada ibunya sendiri,sedang ibu martinah terlihat berpikir.Entah, bagaimana dia memulai pembicaraan,takut Nabila tersinggung bahkan menuduhnya yang tidak-tidak.


"Nabila".


"Ibu".


Nabila,terkekeh mencairkan suasana tegang diantara mereka berdua sekaligus mengenyahkan prasangka nya terhadap ibunya sendiri.


"Ternyata kita memiliki ikatan batin yang kuat yah".Ucap Nabila,terkekeh begitu renyah nya.


"Iya nak".Sahut ibu martinah,tersenyum melihat Nabila terkekeh seakan tak menaruh curiga terhadap nya.

__ADS_1


Nabila dan ibu martinah kembali terdiam.Keheningan kembali terjadi,Nabila tetap diam dan ibu martinah tetap bungkam.


"Nak".Lama bungkam,ibu martinah akhirnya mengeluarkan sepatah kata juga.


Nabila,menatap ibu martinah dan mengamati raut wajahnya yang tiba-tiba menatapnya dengan tatapan serius.


"Yah Bu".Sahut Nabila,balik menatap ibunya.


"Apa kau tak akan marah pada ibu?".


"Tidak".


"Berjanjilah nak untuk kau tidak marah pada ibu setelah ibu berkata jujur pada mu?".Pinta ibu martinah sebelum menyerahkan kotak hitam yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya.


Nabila, mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan permintaan dari ibunya sendiri."Yah,aku berjanji tapi apa yang ingin ibu katakan pada ku?".Tanya Nabila, menatap ibu martinah dengan intens.


Perlahan tapi pasti,ibu martinah mengeluarkan kotak hitam yang terbungkus plastik dari belakang tubuh munggil nya ke hadapan Nabila yang sepertinya tak sabaran melihat kotak yang di sembunyikan oleh ibunya.

__ADS_1


"Ini kan?".Nabila seakan tak mempercayai apa yang di lihatnya,di balik tubuh munggil nya.Ibu martinah menyimpan benda yang sangat ingin dia beli dan miliki.


Ibu martinah mengangguk dan menyerahkan benda di balik kotak hitam yang telah dia sembunyikan di balik tubuh nya dan membuka langsung kotak itu di hadapan Nabila serta menyerahkannya pada Nabila untuk dia gunakan sebaik mungkin sesuai dengan fungsinya.


__ADS_2