
Antara kagum dan cinta, keduanya berbeda tipis.Nabila yang berasal dari kalangan bawah, bisa masuk ke sekolah favorit yang kebanyakan dari kalangan menengah keatas ini bisa di masuki oleh seorang siswi dari kalangan bawah dengan jalur prestasi.
Prestasi Nabila lah yang membawa nya bisa berada di sekolah favorit dan banyak di huni oleh siswa-siswi dari kalangan atas atau elit.
Hal,ini pula yang membuat Nita kagum terhadap Nabila si gadis miskin yang gigih dan pantang menyerah dalam meraih cita-citanya dalam keterbatasan ekonomi nya.
Berbeda dengan Nathan yang mengagumi Nabila karena kepintaran dan kecerdikannya yang lagi-lagi selalu berhasil mengalahkan prestasi dan juga rangking nya di kelas.Cinta?,mungkinitu terlalu dini di rasakan oleh seorang Nathan anumerta seorang siswa anak TNI angkatan darat,yang mendapatkan didikan keras dan tegas dari sang ayah.
Nathan anumerta,selalu di tuntut untuk berprestasi dan berada di puncak.Tapi, sayangnya prestasinya di kalahkan oleh seorang siswi anak kuli gosok dan buruh cuci.
"Nabila...Nabila..Gadis tangguh penuh dengan perjuangan".Gumam Nathan,tanpa sadar memuji rival nya sendiri.
"Assalamu'alaikum".Guru yang mengajar mengucapkan salam, begitu dia menginjakkan kaki ke dalam kelas.
__ADS_1
Natha,refleks menoleh kearah guru yang datang.Duduk dengan tegap dan menyilangkan tangan diatas meja.
"Beri salam".
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".
Pelajaran pun di mulai,dan pada jam pertama ini di isi oleh pelajaran pendidikan kewarganegaraan.Pelajaran yang menjadi favorit Nabila dan menjadi keahlian.Debat, adalah metode dari pembelajaran pendidikan kewarganegaraan tentang susunan pemerintahan dan bahkan isu-isu yang terjadi belakangan ini.
Debat,kali ini di bagi menjadi 4 kelompok dengan masing-masing kelompok terbagi menjadi 8 orang.Nabila selalu berhadap-hadapan dengan Nathan yang menjadi rival debat nya.
Si ketua kelas tampan dan berprestasi, lagi-lagi harus melawan si cantik penuh dengan perjuangan.Nabila Kemala dan Nita selalu berada di pihak Nabila.
Nathan, tersenyum kala rival debat nya adalah Nabila.Sudah hal lumrah terjadi dimana Nabila dan Nathan selalu menjadi rival debat.
__ADS_1
"Anak-anak kalian sudah menentukan anggota kelompok kalian masing-masing dan siap berdebat".Seru pak Martin selaku guru pendidikan kewarganegaraan.
"Sudah pak dan kami siap".Teriak lantang siswa dan siswi yang sudah berada di barisan kelompok nya masing-masing.
Nathan dan Nabila, keduanya tak bisa di satukan kendati tak sedikit yang ingin berada di antara kedua siswa berprestasi itu.Jelas tak bisa, tanpa sadar Nabila dan Nathan tengah menabuh genderang peperangan, membuktikan siapa yang terbaik diantara yang terbaik.
Nabila dan Nathan saling berhadap-hadapan siap-siaga dengan kelompok nya masing-masing.Nabila yang selalu berada di sisi Nita dan Nathan yang selalu berada di sisi Noval,kedua kelompok itu berada di urutan pertama yang memulai perdebatan.
Pak Martin,tak perlu banyak instruksi untuk kedua kelompok yang sudah menjadi rahasia umum lagi selalu menabuh genderang peperangan,adu skil dan kepintaran terjadi disini.
Pokok permasalahan yang akan di debat oleh kedua kelompok yang sama-sama pintar dan cerdas kali ini bertema 'Dampak dari kenaikan BBM di semua kalangan'.
Nabila tersenyum,sudah paham dengan arah perdebatan dan pembahasan tanpa perlu di beri instruksi lagi oleh pak Martin.Dia yang hanya bertugas mengawasi jalannya perdebatan diantara kedua kelompok yang sama-sama pintar.
__ADS_1