
Nabila kembali berjualan dengan tangan kiri dan tangan kanannya menenteng sekantong plastik berukuran besar, keduanya sama-sama berat dengan jumlah yang sama.Tak mengapa babi Nabila,tak ada kata menyerah apalagi mengeluh semua Nabila jalani dengan semangat juang.
Anak-anak bocah SD bersorak gembira,mengetahui kakak kelas mereka kembali menenteng plastik dagangan dan mereka yang tak kelaparan lagi sepanjang perjalanan.
"Makaroni.... Makaroni..."Teriak Nabila di sela-sela berjalannya menyusuri jalanan bersama dengan anak-anak bocah SD.
Tak perlu bagi Nabila untuk berteriak lebih kencang dan lama karena bocah SD itu sudah mengerubungi nabila bahkan sebelum Nabila berteriak pun,bocah SD itu tak sabaran mengambil makaroni dari plastik yang di tenteng oleh Nabila.
"Aku mau makaroni nya 2".
"Aku 1aja".
"Aku pengen 5".
Bocah SD itu saling bersahut-sahutan dan berebut meminta yang paling duluan di layani oleh Nabila, padahal Nabila sendiri baru menurunkan dagangannya dan Nabila yang baru berjongkok untuk melayani pembeli.
__ADS_1
Dengan sabar dan senyuman yang merekah,Nabila mulai melayani para pembeli setianya yang meski masih bocah,tapi antusias mereka membeli sangat luar biasa sekaligus membuat Nabila terharu dengan aksi mereka.
"Terimakasih anak-anak".Gumam Nabila sembari menatap segerombolan bocah SD yang mulai meninggalkan Nabila dan melanjutkan perjalanannya.
Nabila, membereskan dagangannya dan berdiri untuk kembali melanjutkan perjalanannya yang terhenti karena ada pembeli.
Lama semakin lama, tangan Nabila terasa pegal karena kedua tangan Nabila yang menenteng kantong plastik besar dengan jumlah yang sama dan tak dapat di hentikan.
Di sisa perjalanan ini,Nabila seringnya menahan rasa pegal dan lelah.Dia tidak boleh menyerah atau bahkan mengeluh,bagi Nabila biarkan dia berusaha sebisa dan semampu nya.
Satpam sekolah hanya bergeleng-geleng kepala,sudah beberapa hari lalu Nabila absen berjualan,sekali nya jualan dengan jumlah yang banyak.
"Kau mau sekolah atau buka bazar?".Celetuk satpam penjaga, memberikan sindiran halus pada Nabila yang seperti hendak membuka bazar dadakan di sekolah.
Nabila, hanya menyendiri kuda dan berlalu meninggalkan satpam penjaga yang masih menatap Nabila dengan tatapan tak percaya nya.
__ADS_1
"Anak itu,semakin hari semakin semangat aja".Gumam satpam penjaga,tahu betul dengan perjuangan Nabila yang tak kenal lelah.
Hari ini,di akui oleh Nabila m mang membawa dagangan yang lebih banyak dari sebelum-sebelumnya nya karena dia juga akan menitipkan satu plastik penuh pada ibu kantin yang mulai rewel dan bawel menanyakan makaroni balado Nabila yang beberapa hati ini absen dan tak berjualan walau hanya sedikit jumlahnya.
"Huh..."Nabila, nampak menghembuskan napas nya secara kasar setelah dia melepaskan beban yang teramat berat dan menurunkan dua plastik penuh di meja kantin dengan peluh keringat mengucur deras.
"Nabil".Ibu kantin tak bisa mempercayai apa yang di lihat nya sekaligus merasa senang.
Lihatlah Nabila yang membawa dua kantong plastik dengan berukuran besar dan penuh,Nabila seperti hendak membuka bazar makanan tapi memang ibu kantin juga merasa senang.
Nabila,belum bisa menjelaskan kepada ibu kantin yang sepertinya shock melihat dagangan yang di bawanya terlalu banyak.
Nabila hendak menghitung sebelum menyerahkan pada ibu kantin,tapi ibu kantin sudah mendahului nya.
"Biar ibu hitung,kau pasti lelah?".Ucap ibu kantin sembari menyambar sekantong plastik berisi dagangan Nabila.
__ADS_1
Nabila,mengangguk setuju dan membiarkan ibu kantin yang menghitung nya sendiri karena memang Nabila masih merasa lelah dan capek.