Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 37


__ADS_3

"Nabil,kamu kemarin kemana?,main menghilang begitu aja".Nabila di sambut oleh teriakan Nita yang kesal terhadap Nabila yang kemarin main pergi tanpa berpamitan.


Nabila, memberikan ulasan senyum nya pada Nita.Dia duduk di kursinya sembari menurunkan tas ranselnya di kursi yang akan di duduki.


Nita,masih menanti jawaban dari Nabila yang masih terdiam, sembari mengeluarkan sebuah buku kecil beserta dengan bolpoin nya.


Buku kecil itu merupakan buku diary Nabila yang dia gunakan untuk menulis beberapa ide dan pemikirannya, merangkai nya menjadi sebuah cerita.


Nita,ikut duduk di samping Nabila.Memperhatikan raut wajah Nabila, sesekali dia melihat karya fiksi yang di tulis tangan oleh nabila.


Indah dan tersusun rapi bak sekretaris kantor.Nabila terlihat fokus dengan tulisannya, mengabaikan pertanyaan dan malah fokus dengan buku diary kecilnya.


"Nabil,aku bertanya padamu.Kau jawab lah".Mohon Nita,tak putus asa pada Nabila yang tengah fokus dengan buku diary nya.


Nabila,menoleh kearah Nita yang terus menatap padanya dengan intens demi menanti sebuah jawaban dari nya.

__ADS_1


"Jawaban apa yang ingin kau dengar dari ku?".Tanya nabila,sembari menunduk kembali fokus dengan tulisannya.


Nita,menepuk jidatnya.Nabila kalau sudah fokus dengan tulisannya pasti sudah di ajak bicara, sekali pun itu harus di iming-imingi oleh harta benda sekalipun.


"Nabila.. Nabila ..Aku ini mencemaskan mu dan sedang kesal dengan mu,tapi kau.."Nita, bergeleng-geleng kepala terkadang sikap cuek Nabila menyebalkan bagi Nita.


Kring...Kring...Kring


Pertanyaan yang belum sempat terjawab dan mungkin tidak akan pernah terjawab itu pada akhirnya harus terhenti dengan suara bel tanda pelajaran pertama akan di mulai.


"Maaf,aku pergi tanpa memberitahu mu".Kata Nabila,menoleh kearah Nita yang tengah mengeluarkan buku mata pelajarannya.


Nita, menghentikan pergerakan tangan nya yang hendak mengambil buku mata pelajarannya.Dia menoleh kearah Nabila yang menatap kearahnya.


"Bil"Sahut Nita, mengenggam tangan Nabila yang ada di depan meja."Aku tanya sama kamu, kemarin kamu kenapa?".

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh". Pertanyaan Nita harus kembali tertunda,tak ada jawaban dari bibir Nabila.


Kata salam itu berasal dari Nathan and the geng yang baru masuk dan membuat kerusuhan dalam kelas,tak peduli mereka mendapatkan tatapan tajam dari teman kelas nya.Yah terkecuali dari Nita sendiri.


Nita,masih memandang jijik dan kilat kemarahan jelas terlihat di pelupuk matanya, terbukti dengan dia langsung berdiri begitu nathan and the geng menghampiri mejanya.


"Mau apalagi kau?".Gertak Nita,tak terima dengan cara Nathan yang duduk diatas meja Nabila.


Seakan tak peduli dengan gertakan Nita,Nathan duduk diatas meja Nabila dengan Nabila sendiri tengah duduk di kursinya sembari mengerjakan karya fiksi nya.


"Hai, ternyata gadis miskin ini tak tau diri.Sudah di kasih hati malah minta jantung,sudah mendapatkan makan gratis main nyelonong pergi aja tanpa permisi".Hina Nathan pada Nabila yang tertunduk diam.Sedang dia tak henti-hentinya menghina Nabila dengan faktor kemiskinannya.


Nita, mendekati Nathan yang tanpa sopan malah duduk diatas meja Nabila.Sedang di bawahnya ada Nabila yang tertunduk diam, seperti menahan rasa malu.


"Singkirkan tubuh mu dari atas meja ini".Hardik Nita,sembari menyeret paksa tangan Nathan.Tapi,Nathan tetap kekeh ingin berada diatas meja Nabila dengan mengolok-olok Nabila.Alhasim, terjadilah tarik menarik tangan antara Nita dan Nathan.

__ADS_1


__ADS_2