
Rasa kesal,lelah,sakit di bagian kepala dan sederet penderitaan Nabila akibat ulah Nathan yang terus mengusik nya dan melukai fisik beserta dengan batinnya telah lama Nabila terima dan dengan lapang dada dia ikhlas menerimanya meski itu terlalu menyakitkan bagi Nabila yang sering mendapatkan bullying dari teman kelas nya.
Pulang adalah pilihan yang terbaik untuk sejenak berhenti memikirkan orang-orang yang telah menyakiti nya terutama Nathan dan mario putra Darmawan.Yah,Mario nya,guru yang selalu dia agung-agung kan dan selalu memberikan motivasi serta semangat kepadanya namun tak beda jauh dengan Nathan.
Nabila,pulang dengan berjalan kaki dengan kendaraan yang sepi melintasi di jalanan sore.Hanya satu,dua yang terlihat melintas dan sisanya hening dan sepi bak di kuburan yang sepi.
Nabila,tak merasa takut ataupun bermawas diri baginya pemandangan ini sudah tak aneh lagi bahkan di hampir setiap harinya dia harus berjalan dengan seorang diri tanpa ada yang melindunginya.
Terkadang,Nabila merasa takut.Tapi,itu tak bertahan lama karena memang dirinya sudah terbiasa dengan jalanan yang sepi pengendara apalagi dirinya yang harus berjualan di trotoar jalan demi mendapatkan penghasilan lebih.
Tid..Tid..Tid
__ADS_1
Belum cukup sampai disitu bagi Nabila terbebas dari gangguan Nathan, sampai dia berjalan hendak pulang pun.Nathan,masih setia menganggu Nabila.
Yah,suara klakson mobil itu adalah milik Nathan.Dia memang sempat mematung dengan jawaban Nabila namun tersadar kembali kala Noval dengan setia menganggu dirinya, seakan dirinya sudah mendapatkan hukum karma dari teman nya sendiri.
"Nabila ..Mau ikut pulang bareng gak?".Teriak Nathan sembari menurunkan kaca mobilnya.
Tak ada jawaban dari Nabila,dia dengan santai nya berjalan tanpa menoleh apalagi menjawab teriakan Nabila.
Tanpa berniat meninggalkan Nabila apalagi menyerah,Nathan terus berteriak menawarkan tumpangan untuk wanita yang telah dia lukai secara fisik dan mental nya.
Nathan, melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan saja mengimbangi langkah kaki Nabila yang tak sedikitpun menoleh kearahnya dan tak terganggu dengan teriakan nya.
__ADS_1
Sudah tiga kali dalam waktu dekat ini Nathan selalu mengganggunya.Entah di dalam ataupun di luar lingkungan sekolah.
Sudah kebal Nabila dalam menghadapi gangguan Nathan,sudah sering pula nabila berurusan dengan Nathan.Tahu betul dengan tabiat Nathan yang selalu menganggu nya.Semakin di ladeni,malah semakin menjadi bagi Nathan yang notabenenya selalu menganggu kehidupan nya dimana pun dia berada.
"Nabila....Mau ikut gak?".Teriak nathan lagi,tak mau menyerah begitu saja dan Nabila yang memilih tak memperdulikan teriakan Nathan yang menawarkan jasa tumpangan kepada dirinya.
Penderitaan Nabila dari teriakan Nathan akhirnya menemui jalan akhir,dimana Nabila sudah sampai ke gang menuju rumah nya dengan demikian dia tak harus lagi meladeni teriakan Nathan yang memaksa nya untuk ikut pulang bareng.
"Tidak, terimakasih".Sahut Nabila, memberikan jawaban atas teriakan nathan.
"Telat, bego".Gerutu Nathan,menyadari rumah Nabila yang masuk ke gang dan menandai dirinya yang tak bisa lagi menganggu nabila.
__ADS_1
"Hmmm".Nabila tersenyum, penuh dengan kemenangan.Lama bersabar, akhirnya dia bisa terbebas dari gangguan nathan dan telinga nya yang berhenti dari siksaan teriakan Nathan yang tak pernah berhenti sepanjang jalan.