
Nabila kembali terbangun oleh suara alarm di sertai dengan suara teriakan Nisa yang cempreng khas anak kecil yang berteriak manja di pagi hari, membangunkan kakak-kakak nya.
"Kak ayo bangun".Teriak Nisa tepat di daun telinga nabila sembari terus menggoyang-goyangkan tubuh nabila.
Suara teriakan Nisa berbarengan dengan suara alarm yang memekakkan telinga,memaksa Nabila untuk segera bangun dan menyudahi bunga mimpi nya.
"Emmmm...."Nabila menggeliat,terasa pegal seluruh otot persendiannya dan Matani yang enggan untuk membuka mata.Terasa berat bagi nabila,tapi bersantai pun tidak bisa.
"Ayo kak bangun,ibu sudah menyiapkan banyak dagangan.Kakak harus bangun dan berangkat lebih awal".Jelas Nisa,sembari terus memaksa Nabila untuk lebih cepat bergegas ke kamar mandi.
Dengan enggan dan terpaksa,Nabila beranjak ke kamar mandi padahal nyawanya belum terkumpul dengan sempurna dan dirinya yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Nisa,terus menyeret Nabila keluar kamar dan menuntunnya untuk pergi ke kamar mandi.Si kecil Nisa,sangat peka akan rutinitas sang kakak dengan di bebankan dagangan yang banyak.
"Jangan lama-lama yah kak mandinya".Pesan Nisa dan di angguki kepala oleh Nabila tentunya tanpa sadar dan berada di alam bawah sadar nya.
Nisa,menutup pintu kamar mandi setelah sang kakak sudah berada di dalam dan belum tersadar.
Nabila,baru tersadar di saat kaki nya merasakan hawa dingin yang teramat menggigil akibat terkena air di pagi hari dengan tingkat kedinginan yang entah kenapa bisa sampai sedingin ini.
"Dingin..."Nabila,menggigil kedinginan tapi dia harus cepat-cepat mandi bola tak ingin terkena omelan Nabila dengan suara cempreng nya khas anak kecil.
Nabila merasakan seperti dirinya terkena penyakit hipotermia padahal dirinya mandi dengan cepat dan sebisa mungkin tidak memakai banyak air,tapi ternyata Nabila tetap merasakan tubuhnya yang kedinginan bak di kutub Antartika.
__ADS_1
Si kecil Nisa tersenyum menyambut Nabila yang sudah bersih dan segar,akibat air yang di pakai dia mandi teramat dingin menyiksa tubuhnya.
Nabila membalas senyuman Nisa yang dia tau senyuman itu mengandung makna lebih dari sekedar mandi.
"Ganti baju sama sarapannya jangan lama yah kak?".Pesan Nisa lagi padahal Nabila baru beranjak hendak berganti baju dan mengambil beberapa alat tulisnya.
Dengan ulasan senyum pula Nabila menyanggupi keinginan dan pesan Nisa,teringat dengan makaroni balado yang dia lihat di dapur dengan jumlah yang banyak.
"Hmmm,adik ku mata duitan rupanya".Gumam Nabila,tersenyum kecut.Adiknya meski masih kecil,sudah tau uang dan bagaimana kerasnya kehidupan.
Nabila,tak marah pada sang adik ataupun ibu nya karena memaksanya berjualan dengan jumlah yang lebih banyak,wajar menurutnya karena beberapa hari ini dia absen berdagang hanya agar dia bisa menyelesaikan ceritanya dan di kirim pada editor.
__ADS_1
Hari ini fokus Nabila adalah berdagang dengan meraup keuntungan yang lebih besar,mengingat Nabila sudah menyelesaikan ceritanya dan tinggal menunggu hasilnya.
"Ingat pesan Nisa".Gumam Nabila lagi,tak berlama-lama dalam mempersiapkan diri sebelum Nabila sarapan bersama dengan Nisa dan ibu martinah.