Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 159


__ADS_3

Selesai sarapan dengan menu sederhana namun enak dan terlezat karena di racik oleh tangan lembut nan kasar,Nabila bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa aktivitas semalam sebelum berangkat ke sekolah.


Tak lama bagi Nabila untuk membersihkan diri hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja,Nabila sudah siap dengan seragam sekolah nya yang telah usang, berharap esok lusa dia bisa memberikan adiknya sebuah harapan dan masa depan yang lebih baik daripada dirinya.


Tas punggung lusuh beserta dengan tas laptop dia bawa untuk menemani aktivitas belajar nya.Sengaja Nabila membawa laptop ke sekolah meski sudah di karang oleh ibunya sendiri.


"Bil, jangan bawa laptop ke sekolah"Beberapa kali ibu martinah memperingatkan Nabila tapi Nabila tak mau mendengar dengan alasan agar dia bisa melanjutkan menulis novel onlinenya di sekolah.


"Gapapa Bu,aku lagi kejar target".Sahut Nabila memberikan alasan di balik tindakannya.


Ibu martinah,tak bisa lagi melarang apa yang sudah menjadi rencana dari putrinya.Hanya sebuah nasehat kecil yang bisa dia berikan untuk putri sulung nya.

__ADS_1


Nabila, mendengarkan nasehat ibunya sembari menimbang-nimbang rencananya untuk dia laksanakan bila sudah berada di sekolah.


Hari ini Nabila libur berdagang,bukan karena dia sudah memiliki laptop baru dan melupakan kewajibannya akan tetapi ibu martinah sendiri yang memutuskan agar putrinya fokus terlebih dahulu pada satu tujuan yang belum pasti kebenarannya.


Hati Nabila berbunga-bunga, dengan memiliki laptop baru dia bisa dengan mudah menulis dan mengajukan karyanya di platform resmi atau sekedar ingin mencari uang tambahan lewat aplikasi online mengingat di era digital memudahkan orang-orang untuk mencari uang dengan mudah.


Sepanjang perjalanan,pikiran Nabila di penuhi oleh berbagai rencana dan berbagai cerita melintas begitu saja menambah inspirasi dan juga pengetahuan nya untuk melanjutkan ceritanya.


"Gak dagang lagi kak Nabil?".Tanya seorang bocah yang sudah menjadi langganan tetap nabila.


Alangkah terkejutnya Nabila saat lamunannya terganggu oleh suara pertanyaan dari seorang bocah yang sudah menjadi langganan tetap nya.

__ADS_1


Dengan ulasan senyum sembari mencondongkan sedikit tubuhnya,Nabila menyentuh pipi bocah gembul yang selalu setia menanti Nabila untuk berpapasan dengan nya dan menawarkan dagangannya.


"Hari ini kakak libur dulu dek,maaf yah".Ucap Nabila memberikan alasan di balik tidak dagangannya dia.


Dengan wajah cemberut bocah itu mendesah kecewa."Yah".Keluh nya,namun dia tetap tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanannya menyusul teman-teman nya yang sudah mendahuluinya.


Nabila tersenyum sembari bergeleng-geleng kepala.Tingkah bocah itu teramat mengemaskan baginya, pelanggan setianya sekaligus bocah yang selalu menghibur nya.


"Maafkan kakak,dek".Sesal Nabila,sembari terus melanjutkan perjalanannya bersamaan dengan anak-anak sekolah yang lainnya.


Tak ada yang sebaya dengan Nabila berjalan kaki menuju ke sekolah, banyak teman-teman Nabila yang memilih memakai kendaraan pribadi atau umum untuk pergi ke sekolah dan tidak memilih berjalan kaki seperti yang di lakukan oleh Nabila dan anak-anak sekolah dasar lainnya.

__ADS_1


Nabila bak kakak bagi anak sekolah dasar yang memilih berjalan kaki ketimbang memakai kendaraan,karena Nabila lah yang tertua dan lebih dewasa dari mereka sekaligus mewakili orang tua murid yang tidak bisa mengantarkan anak-anaknya ke sekolah.


__ADS_2