
Mobil mewah itu melesat pergi meninggalkan halaman rumah Nabila dan Nabila yang masih berdiri mematung menatap mobil yang melaju meninggalkan pekarangan rumahnya yang sempit dan tak seberapa.
Nabila, berandai-andai bila suatu saat nanti dia bisa membeli mobil super mewah dan mengajak ibu beserta dengan adiknya berkeliling Indonesia bahkan dunia.
Brak
Tanpa di sadari oleh Nabila dari arah belakangnya ada sebuah sandal yang menghantam kepalanya dengan cukup keras.
"Aw". Nabila mengaduh kesakitan,akibat lemparan sandal tepat mengenai belakang kepalanya.
"Maaf kak aku gak sengaja".Suara anak kecil yang tergesa-gesa mengambil sandal yang tak sengaja dia lemparkan dan sialnya itu malah mengenai kepala orang.
"Gak papa dek,lain kali hati-hati kalau main".Nasehat Nabila.
__ADS_1
Anak kecil itu hanya menganggukkan kepala dan berlalu pergi setelah dia mendapatkan sendalnya.
Nabil, bergeleng-geleng kepala dengan tingkah laku anak kecil yang berlari terbirit-birit seperti orang takut saja.Khayalan Nabila terganggu, bayang-bayang dirinya menjadi orang kaya terhenti di sadarkan oleh kenyataan dirinya harus kerja keras dan berusaha.
Di kejauhan terlihat ibu martinah tengah membawa sekantong plastik berukuran besar.Ibu martinah terlihat kelelahan membawa sekantong plastik besar yang dia tenteng di tangan kanan dan kirinya.
Dalam dua kantong plastik berukuran besar itu berisi beberapa pakaian kotor untuk ibu martinah cuci dan gosok sebagai penghasilan nya sehari-hari.
Ibu martinah berjalan dengan sempoyongan,terik matahari yang panas belum lagi dua kantong plastik berukuran besar dan dirinya yang dalam keadaan berpuasa menambah keringat yang membasahi pakaiannya.
Dapat Nabila lihat ibunya yang berjalan sempoyongan dengan menenteng kantong plastik berukuran besar di tangan kanan dan kirinya.
"Ibu".Teriak Nabila sembari berlari kearah ibu martinah.
__ADS_1
Nabila bak pahlawan bagi ibu martinah di kala tubuhnya hampir tak kuat menahan rasa lelah dan dirinya yang tak memiliki tenaga.
"Nabila,tolong kamu bawa kantong plastik ini".punya ibu martinah, menyodorkan kantong plastik berukuran besar pada nabila.
Nabila tak perlu berpikir lama,dia mengambil satu kantong plastik yang terulur kearahnya.Inginnya mengambil semua,tapi apa daya tangan nya tak cukup untuk menampung dua kantong plastik berukuran besar.
"Ibu,kalau ibu gak kuat gak usah memaksakan diri".Kata Nabila, memperingatkan ibunya.
Ibu martinah tak menggubris ucapan Nabila.baginya tak mengapa dirinya bersusah payah mencari sepersen uang demi masa depan anak-anak nya.
Nabila, mengandeng tangan ibunya dan yang satunya di gunakan untuk membawa kantong plastik berisi pakaian kotor.Nabila dan ibu martinah berjalan bergandengan tangan begitu mesranya, menyalurkan kekuatan satu sama lain.
Nabila dan ibu martinah meletakkan kantong plastik ke dalam ember berukuran besar.Ibu martinah menyuruh Nabila untuk berganti pakaian dan beristirahat saja, sementara dirinya memasukkan pakaian kotor ke dalam ember yang sebelum nya sudah dia isi dengan air dan pengharum.
__ADS_1
Hanya dengan itulah ibu martinah bisa mendapatkan uang,.Semakin banyak cucian,akan semakin banyak pula uang yang dia dapatkan tak peduli kesehatan fisiknya yang telah lemah termakan usia dan beban hidup yang semakin besar dengan menghidupi kedua putrinya seorang diri tanpa bantuan suaminya yang telah meninggal beberapa tahun silam.