
Pria misterius yang kemarin datang dan menunggu dirinya hingga hampir larut malam dengan penampilan misterius pula,ternyata dia datang lagi dengan penampilan tak jauh berbeda seperti yang kemarin kenakan, hanya saja sekarang Nabila bisa mengetahui indentitas dari si pria misterius itu.
Dengan membawa rasa kesal dan kecewa,Nabila menghampiri pria misterius itu yang tak asing bagi Nabila, siapa lagi kalau bukan Mario putra darmawan.
Yah,Nabila pada akhirnya bisa mengetahui indentitas si pria misterius itu dengan tidak sengaja dimana pria itu tengah duduk di trotoar sembari sesekali menatap ponselnya yang ada dalam genggaman nya.
"Ngapain loe ada disini?".Nabila tak bisa lagi menahan rasa kecewa dan kesalnya hingga dia tak bisa bersikap sopan pada pria yang dulu pernah membantunya,namun kini telah menghancurkannya dan kembali dengan wujud yang berbeda.
Mario,yang tengah di sibukkan dengan ponsel di genggamannya karena urusan bisnis, tiba-tiba di kejutkan oleh suara wanita yang memendam rasa kesal dan amarah terhadap dirinya.
Refleks,Mario menoleh kearah suara wanita yang dengan lancang menggertak dirinya dan menganggu fokusnya bekerja lewat layar ponsel.
__ADS_1
"Na-Nabil-Nabila".Saking terkejutnya, hingga Mario terbata-bata mengucapkan nama wanita yang dari dulu sampai nanti tetap ada dalam hatinya.
"Kenapa,kau terkejut?".Nabila semakin mendekati Mario yang belum bisa menyesuaikan diri dari rasa keterkejutannya akibat kedatangan wanita yang selalu dia rindukan kedatangannya tapi tidak dengan di waktu yang tidak tepat.
"Ternyata loe selalu ada di sekitar gue, mengendap-endap melangkah,menjaga dalam jarak jauh.Loe pikir gue gak tau?".Hardik Nabila, mencurahkan segala unek-uneknya di hadapan orang nya langsung.
"Kau pikir aku gak tau?,aku tau mar,aku tau diri mu yang selalu ada bahkan kau melindungi diri ku,tapi kenapa kau lakukan ini semua di saat aku mulai melupakan mu ".Nabila,terus mengoceh tak memperdulikan Mario menjelaskan di balik sikap dan tindakannya selama 10 hari ini.
"Kenapa mar?,kenapa mar kau datang lagi di saat hati ini mulai ikhlas menerima perjodohan mu dengan Nita, menerima kepergian dan rasa sakit yang kau berikan kepada ku padahal aku juga mencintaimu_".
Deg
__ADS_1
Mario,tak bisa mempercayai apa yang barusan dia dengarkan dari mulut Nabila sendiri,sedang Nabila terlihat menutup mulutnya tanpa sadar dia malah berkata jujur pada pria yang tak lain dan tak bukan adalah gurunya sendiri,guru dermawan nya yang selalu berbaik hati padanya.
Nabila, memalingkan mukanya.Malu terhadap dirinya yang keceplosan malah berkata jujur dengan perasaan nya sendiri di hadapan orangnya langsung.
"Kenapa mulut ini tak bisa di jaga".Nabila mengumpati diri sendiri dan memukul-mukul mulutnya akibat tak mampu lagi menjaga ucapannya sendiri.
Mario menghampiri Nabila yang memalingkan mukanya sesaat dirinya keceplosan mengungkapkan isi hatinya kepada dirinya yang juga sekuat tenaga melupakan Nabila dan mulai menerima perjodohan dari orang tua yang tak pernah menganggap dirinya anak.
"Apa yang kau ucapkan Nabil?".Tanya Mario, memastikan sembari mendekati Nabila yang terlihat malu dengan ucapan nya sendiri.
Mario, berdiri di hadapan Nabila,namun Nabila sekali lagi malah memalingkan wajahnya dari hadapannya seakan menghindari tatapan Mario yang meminta penjelasan atas ucapan Nabila yang baru di dengarnya dan di tunggu-tunggu selama 2 tahun terakhir ini.
__ADS_1