
Nabila,duduk sembari menundukkan kepalanya,tak ingin membuat dirinya semakin di permalukan karena ketahuan menangis karena menerima penghinaan dari mereka.
Dulu,dia bisa saja kuat dan sabar sebab ada Nita dan pak Mario yang selalu menguatkan hatinya,membela dirinya dari teman-teman nya yang tega menghina nya dan menyinggung status sosialnya.
Sekarang,Nabila tak bisa lagi bersabar dan terus kuat menghadapi badai cobaan dan kata-kata hinaan yang terlontar dan tertuju pada dirinya dengan begitu kerasnya dan beramai-ramai menghakimi dirinya.
"Assalamu'alaikum" .Guru di jam ke-2 sudah datang dan mengucapkan salam pada penghuni kelas.Nabila, buru-buru menghapus jejak air matanya,dan menguatkan hati serta mental nya agar tak goyah dan siap menghadapi segala resiko yang ada.
Di jam pelajaran ke-2 adalah pelajaran matematika.Waktu nya Nabila untuk melakukan balas dendam terhadap orang yang sudah menghina dirinya.
Matematika, adalah pelajaran berhitung yang tidak semua bisa dan suka dengan pelajaran matematika tersebut.Tetapi,tidak dengan Nabila yang sudah merencanakan untuk melakukan balas dendam terhadap murid yang sudah ikut tertawa bersama Nathan,menghina dirinya.
Beberapa kali Nabila, mendapatkan bisikan dari teman sebangkunya,teman yang duduk di belakangnya,di sampingnya nya bahkan teman yang duduk di pojok kelas pun meminta Nabila untuk mengajarinya.Namun,Nabila bersikap acuh tak acuh bahkan pelit dalam memberikan contekan hasil kerja kerasnya.
__ADS_1
"Enak aja,mereka mau mencontek hasil kerja keras ku.Gak minta sekalian aja pada lord Baginda maharaja Nathan yang terhormat".Bisik Nabila pada temannya yang susuk di sebelah mejanya, melancarkan aksi balas dendam nya karena telah menghina dirinya.
"Yeah,gadis miskin kok sombong ".Gerutu teman Nabila yang mencoba meminta contekan nabila.
"Terserah gue".Sahut Nabila,acuh tak acuh dengan sindiran dan kata-kata hinaan nya.
Nabila,sudah menyelesaikan aksi balas dendam nya dengan enggan memberikan contekan bagi mereka yang sudah menyinggung status sosialnya dan bahkan menghina dirinya.
Nathan,saja merasa kewalahan harus mengerjakan soal matematika apalagi harus membantu fans fanatiknya dalam mengerjakan soal matematika yang ribet dan tergolong sulit.
Waktu jam pelajaran matematika sudah berakhir dengan intrik drama di dalamnya dan aksi balas dendam Nabila yang sudah terealisasi meski di rasa kurang cukup bagi Nabila yang ingin kembali melancarkan aksi balas dendam nya.
Kring...Kring..Kring
__ADS_1
Bel,tanda istirahat sudah berbunyi dengan nyaringnya.Hampir semua murid berhamburan keluar kelas untuk sekedar mengisi perut mereka yang sudah keroncongan,ada pula yang hendak bermain ke kelas sebelah, mengerjakan pekerjaan rumah dan lain hal nya.Tak terkecuali Nabila yang keluar kelas.
Nathan,si ketua kelas yang biasanya keluar kelas untuk mengisi perutnya atau bermain,menyambangi kelas sebelah.Sekarang terlihat duduk dengan malas-malasan.
Noval,yang hendak keluar harus mengurungkan niatnya demi melihat sahabat karib nya yang masih duduk dengan merentangkan kedua tangannya di sandaran kursi kelas.
"Kau tak keluar?".Tanya Noval,duduk kembali di sebelah Nathan.
"Gak.Untuk saat ini gue pengen di kelas".Sahut nathan tanpa menoleh.
"Why?".
Nathan menoleh kearah Noval dan melayangkan tatapan tajam kearahnya.Mengerti dengan maksud Nathan,Noval memilih diam dan beranjak pergi meninggalkan Nathan yang bersikap aneh.
__ADS_1