Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 205


__ADS_3

Nabila,tak bisa dengan mudah lepas dari perangkap Nathan dan Nathan yang masih menghalangi jalan Nabila.Keduanya saling tarik-menarik, maju-mundur seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


Nabila,berhenti sejenak dan menatap Nathan sekali lagi yang menghalangi jalannya."Mau apa kau?".Tanya Nabila,frustasi.


"Apa kau tidak mau memberikan ku semangat?".Sahut Nathan,tanpa basa-basi meminta sesuatu pada Nabila yang bahkan Nabila sendiri sampai melongo,tak percaya.


"Apa aku tidak salah dengar?".Tanya Nabila,sembari mengarahkan telinga nya pada Nathan yang masih berdiri dengan sombongnya.


Nathan,tak menjawab pertanyaan Nabila dan malah menurunkan kantong plastik yang ada di tangan nabila dan menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan?".Nabila kesal sendiri padahal sudah jelas apa yang di minta oleh Nathan dan menuntut memberikan beberapa kata motivasi.


"Sudah aku bilang Nabila dan tak ada siaran ulang lagi.Bukankah kau cukup pintar untuk memahami sebuah permintaan?".Skak Nathan, menyadarkan Nabila akan permintaan sederhananya namun gengsi untuk berbicara secara gamblang dan jujur.

__ADS_1


Nabila,menepuk jidatnya."Kau mau aku memberikan kata motivasi?".Nathan mengangguk dan Nabila yang sampai harus menghela napasnya secara kasar.


"Ok,baik Nathan.Kau mungkin hari ini akan mengikuti lomba yang sebelumnya aku kira lomba nya akan diadakan beberapa waktu lagi,tapi ternyata sekarang".Nabila memulai ucapannya dengan sedikit kaku sebab dia tidak biasa memberikan motivasi untuk musuh nya.


Nathan, hanya diam mematung sembari menanti kelanjutan ucapan Nabila sesuai dengan keinginannya dan harapan nya.


"Selamat berjuang dan semangat untuk lomba yang akan diadakan hari ini,semoga menang dan lomba nya gak sekali ini agar aku terbebas dari gangguan mu lagi".Nabila, memberikan kata motivasi namun di akhir tak lupa dia juga mengharapkan kebebasannya atas gangguan Nathan.


"Kalau tidak ikhlas,tak usah memberikan ku motivasi".Sahut Nathan sembari menyodorkan kantong plastik berisi dagangan Nabila dengan kasar dan berlalu pergi tanpa sepatah katapun.


Nabila,mengambil kantong plastik berisi dagangan nya dan melangkah pergi tanpa menoleh kearah Nathan.Nabila,harus menjual makaroni balado nya yang berjumlah lebih banyak dari hati kemarin,daripada pikirannya harus memikirkan sikap Nathan.


"Makaroni... Makaroni..."Teriak Nabila, menawarkan dagangannya pada murid yang sedang duduk santai,ada pula yang kebetulan sedang berjalan beriringan dengan nya.

__ADS_1


Tak sedikit yang membeli dagangan Nabila yang sudah terkenal di lingkungan sekolah,tak hanya harganya yang terbilang murah akan tetapi rasanya juga yang enak dan cocok di lidah mereka.


Nabila,sibuk melayani pembeli nya yang datang silih berganti seakan merindukan makaroni balado nya yang sempat absen berjualan, bahkan tak sedikit pula yang membeli nya dalam jumlah banyak.


Nabila,tak henti-hentinya mengucap syukur karena dagangannya yang laris-manis dan bahkan makaroni balado nya tinggal sedikit lagi.


Hilang sudah segala keluh kesah nya dan keringat yang membasahi pakaiannya, tergantikan oleh Makaroni nya yang laku lumayan banyak hingga melupakan kejadian yang barusan terjadi dan reaksi Nathan yang tidak biasanya di tunjukkan kepada dirinya yang meminta hal yang sederhana namun,Nabila mengharapkan kebaikan untuk dirinya sendiri.


Kring


Kring


Kring

__ADS_1


Bertepatan dengan bel berbunyi cukup nyaring,Nabila sudah sampai di ruangan kelas nya dan di sambut oleh sebuah keheningan.


"Dimana orang-orang berada?".Tanya Nabila, kebingungan.


__ADS_2