
Bagi sebagian murid,ketika sudah selesai jam pelajaran ada yang langsung pulang, melakukan serangkaian kegiatan ekstrakurikuler, nongkrong dan lain sebagainya.Tapi,tidak dengan Nabila.Dimana dia pergi ke perpustakaan untuk menulis novel onlinenya yang tertunda dan terkesan akibat proses belajar- mengajar nya.Tak seperti Nathan yang melakukan latihan ekstrakulikuler nya.
Disinilah Nabila,berada di ruang perpustakaan dengan fasilitas lengkap,buku yang berjejer rapih dan sesuai dengan judul bukunya,rak buku yang terpajang begitu banyak dan rapih,bangku dan meja tertata dengan baik dan benar dan di lengkapi pula oleh WiFi yang menunjang Nabila dalam menulis novel.
Sebenarnya nabila merasa sungkan bila hanya memanfaatkan WiFi gratis dari pihak sekolah,tapi petugas perpustakaan yang baru pertama kali mengetahui perihal Nabila mengikuti lomba menulis novel online terus memaksa dan membujuk nabila.
Karena itu pula Nabila berada disini,di perpustakaan tempat ternyaman bagi dia terbebas dari segala bentuk gangguan dari Nathan yang luar biasa super usil terhadap ketentraman dan kenyamanannya.
Nabila, terus menolehkan rangkaian cerita, jari-jemari nya begitu lihai menulis cerita dan pikirannya terus bekerja dan berjalan seiring dengan kecepatan tangan nya mengetikkan huruf demi huruf diatas tools bar laptop.
Nabila,hanya sendiri berada di ruangan perpustakaan di temani oleh layar laptop nya yang tak pernah berhenti terus berkedip menandakan ada aktivitas di dalamnya.
Sesekali Nabila terlihat mengerutkan keningnya,sesekali pula dia mengingat kejadian demi kejadian bersama dengan guru sosiologi nya dan kejadian..
__ADS_1
Nabila,sampai bergeleng-geleng kepala kala pikirannya dengan lancang malah mengingatkan kembali rangkaian kejadian demi kejadian bersama dengan Nathan.Si murid songong yang selalu menindas nya.
"Hentikan Nabila".Peringat Nabila pada otaknya yang tanpa sengaja malah mengarah pada Nathan.
Nabila, menjauhkan diri dari layar laptop dan berusaha menutup matanya,berharap pikiran tentang Nathan enyah dalam pikirannya.Namun,semakin di lupakan malah semakin jelas terlihat.
"Ok,stop".Nabila,berusaha menenangkan diri dan berusaha untuk menghapus kenangan bersama dengan Nathan.
Istirahat sejenak Nabila pilih agar dia bisa menjernihkan pikirannya dari bayang-bayang Nathan.Apalagi kejadian barusan yang terjadi begitu menggelitik hatinya dan berhasil membuat otak nya tak pernah berhenti memikirkan Nathan.
"Mantra apa yang dia ucapkan agar otak ku terus memikirkan nya".Keluh Nabila,malah menyalahkan Nathan menggunakan black magic.
Brak
__ADS_1
Lamunan Nabila terhenti kala suara buku yang jatuh membuyarkan lamunan nya tentang diri Nathan yang terus menari-nari di dalam pikirannya.
"Sorry" .Suara buku berjatuhan di susul oleh suara berat nan lantang menyusul saling bersahutan.Membuat Nabila terlonjak kaget.
"Nathan".Teriak Nabila,tak bisa mempercayai pria yang berjongkok sembari mengambil bola futsal dengan memakai sepatu.
Merasa ada yang memanggil,Nathan menoleh kearah sumber suara dan mendapati Nabila yang melotot tajam kearah nya.
"Turunkan pandangan mu".Bentak Nathan,tak terima mendapat tatapan tajam dari nabila.
"Lepaskan sepatu mu kala masuk ke perpustakaan,tuan arogan".Balas bentak Nabila tak mau kalah.
Nathan,menatap kearah kakinya yang tanpa sengaja tidak melepaskan sepatu nya."Ups sorry".Ucap Nathan sembari berlari menghindari amukan nabila.
__ADS_1
"Nathan". Teriak Nabila kalap dengan aksi Nathan yang tak sopan dan mengotori perpustakaan.