Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 49


__ADS_3

Sepanjang jam pelajaran dari mata pelajaran pertama hingga terakhir, nathan selalu memperhatikan tingkah laku Nabila ,apalagi saat mata pelajaran pak Mario.Nathsn tak ubah nya seperti agen Intel yang menyelidiki targetnya.


Noval,yang biasanya ikut nimbrung dengan apa yang di lakukan dan apa yang di ucapkan oleh Nathan,kini dia diam seribu bahasa setelah mendapatkan gertakan dari Nathan sendiri.


"Nabila,ada hubungan apa dia dengan pak mario?".Gumam Nathan, pikirannya terus menari-nari memikirkan hubungan Nabila dan pak Mario yang masih menjadi teka-teki, misteri yang harus dia pecahkan.


Berbeda dengan Nabila,dia tetap fokus dengan mata pelajaran yang sedang berlangsung hingga bel tanda berakhir pelajaran berbuny.Murid yang tadinya sudah menguap, merasakan kantuk yang melanda mendadak bersemangat kala mendengar bel penyelamat.


"Nabil,kau mau langsung pulang?".Tanya Nita keheranan dengan tingkah laku Nabila yang tak biasanya.


Ulasan senyum Nabila berikan untuk Nita."Iya,ada hal yang harus aku selesaikan".Sahut Nabila,sembari merapihkan alat tulisnya siap untuk beranjak pulang.


Nita,tak bisa berbuat apa-apa lagi.Toh,Nabila mungkin ada urusan yang harus di selesaikan nya tanpa memberitahu orang lain termasuk dirinya.

__ADS_1


"Iya, hati-hati Nabil".Teriak Nita, memberikan selamat perpisahan untuk nabila.


Nabila mengangkat jari nya membentuk huruf O sebelum akhirnya sosok bayangan Nabila menghilang di balik pilar tembok yang membatasi ruangan.


"Tumben loe,gak ikut sama teman loe?".Nathan,sengaja memprovokasi Nita yang di tinggal pergi oleh Nabila tanpa menunggu dirinya.


"Diam loe,murid sok pintar ".Hardik Nita,tanpa menoleh.Dengan buru-buru pula Nita membereskan alat tulis nya dan memasukkan nya ke dalam tas punggung,siap melangkah pergi menyusul Nabila.


"Kenapa nath?".Tanya Noval yang sedari tadi diam menyaksikan raut wajah Nathan.


"Ada masalah yang harus aku selesaikan sendiri".Sahut Nathan,sembari berlari tak memperdulikan Noval yang menatap tanpa berkedip.


"Ada apa dengan mereka bertiga?".Noval belum mengetahui permasalahan yang tengah hangat-hangat nya terjadi, terutama Nathan yang menatap Nabila dan pak Mario secara bergantian.

__ADS_1


Tak ingin mengambil pusing,Noval memutuskan untuk bergegas pergi menyusul Nathan yang sudah terlebih dahulu pergi meninggalkannya dengan beribu pertanyaan menari-nari dalam pikiran Noval dan di ikuti oleh anggota geng lainnya.


Nathan, berlari memburu Nabila yang sudah beberapa menit meninggalkan kelas tanpa di temani oleh Nita dan berjalan dengan terburu-buru,entah apa yang sedang dia kejar.


Nathan, celingak-celinguk kesana-kemari mencari keberadaan sosok Nabila yang di yakini nya memiliki hubungan spesial dengan pak Mario.


"Dimana gadis miskin itu?".Nathan,tak putus asa untuk mencari keberadaan Nabila sembari terus berlari menyusuri lorong-lorong ruangan kelas yang menjadi target pencarian Nathan.


Tidak ada sosok Nabila dimana pun,hingga nyaris membuat Nathan putus asa dengan pencarian nya yang belum menemui titik terang hingga sebuah bayangan sosok wanita cantik sedang bercengkrama dengan seorang pria dengan begitu mesranya nampak di depan matanya.


"Itu kan Nabila".Nathan,tak bisa mempercayai apa yang di lihatnya.Nabila tengah berjalan berdampingan dengan sosok pria yang di yakini oleh nathan sebagai pria yang memiliki hubungan spesial dengan nabila.


Nathan,terus mengikuti kemanapun Nabila dan pak Mario berjalan sembari menguping pembicaraan mereka yang dia lakukan secara sembunyi.

__ADS_1


__ADS_2