
Seharusnya Nabila sudah terbiasa dengan sikap dan tingkah laku Nathan terhadapnya, bukankah Nathan selalu bersikap dan menyuruh Nabila dengan sesuka hatinya tanpa memperdulikan perasaan Nabila?, seharusnya Nabila terbiasa,bukan?.
Nathan,menoleh kearah Nabila yang berdiri seakan mempertanyakan sikapnya yang di luar batas,padahal dia sudah sering memperlakukan Nabila dengan seenaknya.
"Terus,mau loe apa?, bayar?gue aja belum minum kopi buatan loe yang katanya belum di aduk dengan merata pake gelas plastik pula".Gerutu Nathan,tak terima di tagih padahal dia belum menikmati pelayanan dari nabila.
Sepertinya Nabila,baru tersadar akan sikap Nathan yang seenak jidatnya saja.Nabila mengatur napasnya,yang tiba-tiba terasa sesak melihat tingkah laku Nathan yang sama seperti dulu.
Dalam hati,Nabila merindukan sosok pria yang memperlakukan nya dengan lemah lembut dan tak seperti Nathan yang bersikap seenaknya saja.
Nabila, berbalik badan membelakangi Nathan yang terus menatapnya seakan menantang dirinya karena sudah berani berbuat lancang kepadanya.
"Mario".Gumam Nabila,tak di pungkiri oleh nya dia merindukan senyuman manis dan perlakuan nya pada diri Nabila yang lemah lembut.
__ADS_1
"Gue Nathan,bukan Mario.Berhenti memikirkan pria brengsek itu".Teriak Nathan geram.
Nabila menoleh kearah Nathan,yang tengah asyik meniup kopi panasnya.Satu lagi tingkah laku Nathan yang membuat Nabila terheran, seingatnya dia sudah dengan hati-hati berbicara agar tak terdengar oleh si tengil Nathan,tapi rupanya dia malah mendengar ucapannya yang merindukan seseorang.Yah,hanya rindu.
Nabila kembali membereskan dagangannya yang dengan terpaksa berantakan kembali karena ulah Nathan yang tiba-tiba meminta di buatkan kopi padahal dia sudah bersiap untuk pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang mulai lelah.
"Mau kemana?".Tanya Nathan, menginterupsi langkah kaki Nabila yang hendak bersiap mengayuh sepedanya.
"Pulang lah,masa iya terus disini terus".Sahut Nabila ketus.
Gue anterin sampai rumah loe dengan selamat".Nathan berdiri dan menghampiri Nabila yang sudah duduk persis di jok sepedanya siap mengayuh sepeda.
Nabila memutar bola matanya jengah,Nathan yang tiba-tiba ada tanpa angin ribut dan Nathan yang tiba-tiba berperilaku baik, sangat tak biasa baginya menerima perlakuan baik dari Nathan.
__ADS_1
Nabila, menimbang-nimbang tawaran Nathan yang mengajaknya pulang bareng yang sudah pasti akan ribet dengan dirinya yang membawa sepeda.
"Mau gak,kalau gue tinggal nih".Ucap Nathan,sembari berpura-pura melangkah.
Nabila, mengedikan bahu masa bodoh dengan ancaman Nathan.Toh,dia bisa pulang sendiri dengan dan tanpa Nathan pun dia tau arah jalan pulang.
"Gue bukan anak kecil lagi yang tersesat dan terpisah dari induknya.Gue udah gede".Kata Nabila sembari mengayuh sepedanya, meninggalkan Nathan yang tak menyadari kepergian Nabila.
"Loe cewek,hak baik pulang malem-malem begini".Nathan masih mengoceh memberikan ancaman dan rasa takut pada Nabila yang sudah dia yakini Nabila pasti akan berubah pikiran dan dengan inisiatif dia sendiri,dia meminta untuk di temani.
Tak ada jawaban dari diri Nabila atas ancaman yang berusaha Nathan berikan untuk Nabila, nathan curiga pada Nabila yang tak menjawab ancaman nya, hembusan nafasnya saja tidak terdengar.
"Loe_".Belum sempat Nathan menyelesaikan kalimatnya,dia di buat heran dengan menghilang nya Nabila tanpa dia ketahui kepergiannya.
__ADS_1
"Shitt". Umpat Nathan, kebodohan dan kepercayaan dirinya hingga membuat dia lalai dari pergerakan Nabila yang tak terduga.