
Nabila,tersipu malu sekaligus tersentak kaget dengan pengakuan pak Mario terhadapnya,namun Nabila tidak boleh merasa senang begitu saja dengan pengakuan pak Mario yang mengejutkan sekaligus membahagiakan hatinya.
Nabila,memutar badannya membelakangi pak Mario yang tengah berusaha menatap kornea matanya, seakan ingin menyiratkan perasaannya terhadap mantan anak didiknya, tentang ketulusan hati dan kesungguhan hatinya di tengah pengakuan nya sendiri yang telah di jodohkan dengan mantan sahabatnya.
Nabila,menutup matanya secara perlahan,ada rasa senang namun juga rasa sakit seiring dengan matanya yang tertutup seakan meminimalisir rasa sakit yang tanpa atau sengaja di lakukan oleh Mario dan juga Nita.
Nabila,memegang dadanya terasa sakit seluruh Dadanya dan persendiannya seakan terasa lemas tak berdaya.
Kata demi kata Mario dan Nita saling bersahut-sahutan memekakkan telinga Nabila,merusak gendang telinganya yang berusaha mengenyahkan rasa sakit yang di lakukan oleh orang kepercayaannya.
Perlahan tapi pasti,Nabila duduk tersungkur sembari menutup kedua telinganya tak kuat lagi mendengar setiap kata demi kata pengakuan dari kita dan nabila belum lagi Nathan yang menyiksa mentalnya.
__ADS_1
Mario,duduk di samping Nabila menatap nanar gadis tangguh nya yang telah menumbuhkan bibit-bibit cinta di hatinya.
"Nabila".Panggil Mario dengan lembutnya sembari memegang bahu Nabila yang masih menutup matanya dengan telinga di tutup dengan sengaja oleh tangan munggil nabila.
Mario,tak bergeming menyaksikan orang yang di cintainya seperti orang yang tengah menahan rasa sakit yang entah rasa sakit apa yang dia rasakan.
Nabila, terengah-engah seakan dadanya terasa sesak seiring dengan matanya yang perlahan terbuka dan telinganya tak lagi di tutup oleh kedua tangan nabila.
"Jangan bilang cinta pada hati yang telah kau sakiti".Gertak nabila sembari berdiri dengan tatapan mata tajam.
Mario,semakin di buat heran dengan tingkah laku nabila.Sesaat Nabila seperti luluh dengan pengakuan dirinya tapi seketika itu pula Nabila berubah menjadi beringas,tak terkendali.
__ADS_1
"Jangan bilang kau mencintaiku,lalu pada akhirnya kau meninggalkanku dengan wanita yang aku sayangi dan aku cintai".Ucap Nabila,sembari perlahan melangkah pergi.
Mario,ikut berdiri hendak mengejar Nabila yang perlahan melangkah pergi meninggalkan dirinya dengan beribu pertanyaan dan kebingungan jelas terlihat di matanya.
"Jangan pernah kau memberikan ku harapan jika pada akhirnya kau menghancurkannya , jangan pernah kau berjanji jika kau sendiri yang mengingkari nya dan jangan pernah mencintai seseorang demi memenangkan hatinya".Ucap Nabila,seiring langkah kaki Mario yang hendak mengejar dirinya yang terus melangkah pergi meninggalkan Mario yang berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.
Mario, menghentikan langkah kakinya seiring dengan Nabila yang mendadak menghentikan langkah kakinya tanpa menoleh kearahnya dan berhenti mengoceh seakan dirinya tersakiti dan memang seperti itu kenyataannya.
Mario,tak mengetahui betapa hancur nya hati Nabila mendengar pengakuan Mario yang ternyata sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya, seandainya Mario mengakui perasaannya sebelum pengakuan perjodohan dirinya dengan Nita pasti Nabila akan merasa senang dengan ungkapan perasaan Mario terhadapnya.
Nabila,menghapus lelehan air matanya yang tanpa permisi menetes.Menangisi pria yang bahkan dengan tega menghancurkan hatinya.
__ADS_1
"Jangan pernah mengatakan cinta dan membuat janji manis,jika pada akhirnya kau menciptakan luka".Ucap Nabila tanpa menoleh,sebelum dirinya pergi meninggalkan Mario yang belum tersadar dengan apa yang terjadi.