
Harapan Nathan tak terealisasi dan tak terwujud karena Nabila tetap memasang wajah datar dan tak terpengaruh oleh ocehan Nathan yang seperti meminta perhatian dari nya.
Nabila terlihat sibuk mengisi lembar jawaban di buku LKS nya dengan teliti dan juga fokus pada buku yang ada di hadapannya,tak terusik sedikit pun dengan ocehan Nathan yang tak pernah berhenti meski teman sebangkunya mungkin merasa risih dengan ocehan Nathan.
"Gue lebih baik daripada loe.Percuma loe berprestasi di bidang akademik tapi loe gak pernah aktif di luar mata pelajaran".Sindir Nathan,masih berusaha menarik perhatian Nabila dari buku yang ada di hadapannya.
Mangsa Nathan,tetap tidak bergeming.Dia justru terlihat menopang kepalanya seakan mulai terganggu dengan ocehan Nathan,tapi menoleh pun tidak mau.
"Hai,Nabil".Teriak frustasi Nathan karena tak di tanggapi oleh Nabila yang cuek dengan segala ocehan Nathan.
__ADS_1
"Berisik".Sahut Noval,balas berteriak sampai-sampai memukul kepala Nathan dengan menggunakan buku hingga terdengar cukup keras.
Nathan,mengaduh kesakitan karena pukulan Nathan yang benar-benar tak berperikemanusiaan dan juga sama sekali tidak menghargai dirinya.Namun,itu cukup membuat Nathan terdiam untuk beberapa saat hingga mata pelajaran pertama sampai terakhir pun,Nathan tak lagi mengoceh seperti burung beo.
Nabila, bersyukur dengan diam nya Nathan karena sebuah pukulan Noval tepat di kepalanya dengan cukup keras meski menggunakan buku sebagai perantaranya.Diamnya Nathan memberikan ketenangan bagi jiwa Nabila yang menginginkan ketenangan dan kenyamanan dalam suasana kelas.
Nabila, menyempatkan diri menoleh kearah Nathan yang tepat duduk di sampingnya sebelum berlalu meninggalkan ruangan kelas yang di dalamnya penuh dengan intrik drama bersama dengan Nathan dan segala ucapan yang menyakiti hati nabila.
"Bisa marah juga dia".Gumam Nabila sembari melangkah keluar ruangan kelas dengan Nathan tetap berdiam diri berada di kursinya,tak beranjak sedikitpun.
__ADS_1
Nabila,harus menyempatkan diri pergi ke perpustakaan untuk sekedar menempelkan karya fiksi atau bahkan melakukan beberapa kegiatan di ruangan perpustakaan dengan tidak melupakan jati dirinya yang berangkat dari hobinya membaca novel hingga dia bisa menghasilkan novel dan bahkan menjadi juara dalam lomba menulis novel online.
Dengan langkah lebar dan perasaan senang,Nabila pergi ke perpustakaan untuk menempelkan karya fiksi nya di mading perpustakaan.
Nabila, sampai di depan Mading perpustakaan dengan terlebih dahulu menatap berbagai karya fiksi nya atau sekedar berita terbaru yang sengaja di tempel di mading sebagai pemberitahuan,baik berita di luar lingkungan sekolah maupun yang ada di dalam lingkungan sekolah.
Lama,Nabila memperhatikan dan membacanya satu persatu seakan ingin bernostalgia dengan mading yang telah memberikan nya tempat untuk berkarya dan berkreasi sesuai dengan imajinasinya.Ada beberapa karya fiksi nya yang bahkan masih tertempel dengan sempurna bahkan telah mendapatkan beberapa komentar di bawahnya.
Nabila, senyum-senyum sendiri bila mengingat awal perjuangan nya menulis karya fiksi nya di mading perpustakaan untuk yang pertama kalinya.Nabila,ingat betul awal dia menulis terkesan canggung dan juga di buat-buat hingga dia mendapatkan komentar negatif dari pembacanya sendiri.
__ADS_1
"Terimakasih Mading, terimakasih pembaca ku dan segala yang ada dalam sangkut-pautnya kesuksesan ku".Ucap Nabila,terharu bila mengingat awal perjuangannya menulis karya fiksi dalam selembar kertas HVS bahkan sampai sekarang pun masih dia lakukan.