Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 78


__ADS_3

Tentu,Nabila bisa leluasa menghasilkan karya fiksi nya,toh Nita juga sudah mahir dalam menuliskan rangkaian ide demi ide dalam sebuah karya setelah mendapatkan bimbingan dari nya.


Nabila,sengaja membiarkan Nita untuk berkreasi, berimajinasi,berpikir dan mengeluarkan ide demi ide nya tanpa bimbingan nya lagi.Sementara dia melanjutkan karya nya yang harus dia setorkan setiap harinya di sebuah Mading perpustakaan dengan cara tengkurap,sementara tangan nya menggoreskan kata demi kata dalam sebuah kertas putih nan kosong, sesekali Nabila mengangkat kedua kakinya.


Membuat karya fiksi dengan tengkurap,memang di rasa kurang jika tanpa mengangkat kedua kakinya.Hingga sebuah teriakan mengagetkan Nabila yang tengah asyik berimajinasi.


"Nabila". Refleks Nabila bangkit berdiri, dan mencari sumber suara yang telah memanggil namanya,takut sekali dia jika itu hanya perasaan nya saja.


"Nabila".Suara itu menggelegar keras seakan menegaskan bahwasanya suara itu berasal dari mahkluk hidup dan bukan mahkluk tak kasat mata.


Nabila,memutar tubuhnya mencari-cari sumber suara yang ternyata sumber suara itu berasal dari ambang pintu yang terbuka lebar.


"P-Pak m-ario".Nabila bergetar hebat kala ekor matanya menangkap sesosok makhluk yang dia hindari tengah berdiri dengan tatapan menusuk jantung nya.

__ADS_1


"Kalau tiduran jangan sambil mengangkat kedua kaki kamu,orang Sunda bilang'pamali' ".Tanpa basa-basi pak Mario, langsung menjelaskan pada poin inti nya.


Nita,yang tengah asyik mengerjakan karya fiksi nya, tiba-tiba menghampiri pak Mario yang juga menghampiri Nabila yang berdiri mematung.


"Ada apa pak?". Dengan polos nya,Nita bertanya seolah-olah tak terjadi apa-apa padahal dia juga sama seperti Nabila, tengkurap sembari mengerjakan tugas.


Pak Mario menoleh kearah Nita,dia kira hanya ada Nabila saja ternyata Nita juga ada bersama dengan Nabila.


"Tentu,aku ada disini sedang mengerjakan tugas bahasa Indonesia dengan Nabila.Berdua,kami selalu bersama".Sahut Nita, dengan senyuman tak pernah lepas dari bibir.


Pak Mario,menatap Nita dan Nabila secara bergantian.Nita dan Nabila, keduanya sangat jelas jauh berbeda.Nita yang menatapnya sembari tersenyum manis padanya,sedang Nabila yang tertunduk diam seakan mengindari kontak mata dengannya.


Mario, bergeleng kepala dan berbalik badan hendak meninggalkan ruang perpustakaan yang dia kira hanya ada Nabila ternyata tebakan nya salah.

__ADS_1


"Kami mendapatkan tugas bahasa Indonesia lagi loh".Teriak Nita, menginterupsi langkah kaki mario yang hendak melangkah pergi.


Langkah kaki Mario, terhenti karena teriakan Nita dan langkah kakinya yang seakan ingin menghampiri nya.


"Tugas yang di berikan adalah mewawancarai guru". Dengan langkah pelan,Nita mencoba mendekati Mario."Bapak tau,siapa yang kamu wawancarai".Nita, seakan ingin menahan pak Mario agar tak beranjak dari ruang perpustakaan."Bapak yang kami wawancarai". Tanpa rasa malu Nita, menghampiri Mario dengan senyum sumringah tak pernah lepas dari bibirnya.


Mario,berbalik badan.Berhadapan dengan Nita seakan merasa senang saat dirinya berada dekat dengan murid populer ini.


"Jaga jarak kamu,Nita".Sentak Mario, mengingatkan Nita akan langkah kakinya yang hendak menghampirinya.


Nabila, buru-buru membereskan alat tulis nya ke dalam tas punggung lusuh.Buksn bermaksud ingin lari menghindar dari pak Mario,akan tetapi waktu menunjukkan sore hari.Sudah waktunya dia untuk pulang dan menyiapkan dagangannya untuk berjualan pada malam hari.


"Mau kemana kamu?".Suara teriakan di sertai dengan gertakan menginterupsi langkah kaki Nabila.

__ADS_1


__ADS_2