
Sekuat apapun dan sepintar apapun Nathan,tidak akan bisa mengalahkan kepintaran Nabila yang tercipta seperti tidak punya kekurangan dalam bentuk tubuhnya dan segala apa yang ada dalam dirinya.
Baik itu debat,maupun ujian sekalipun Nabila selalu berada di urutan pertama sedang Nathan selalu berada di urutan ke-2,1 tingkat di bawah nabila.
Mata pelajaran manapun dia selalu di unggulkan termasuk di berbagai macam lomba cerdas cermat,Nabila dan Nathan selalu menjadi perwakilan dari sekolah dan Nabila lah yang banyak berkontribusi pada kemenangan bagi sekolah nya.
Kendati demikian,Nabila punya cita-cita dan impian nya yang ingin menjadi penulis novel terkenal.Kecintaannya terhadap dunia fiksi berawal dari dirinya yang sering berkunjung ke perpustakaan dan tak sedikit buku yang sudah dia baca termasuk buku ilmu, wawasan dan pengetahuan.
Kutu buku,mungkin julukan yang pantas di berikan untuk Nabila darisana pula dirinya bisa menjadi murid yang pintar di kelasnya bahkan di lingkungan sekolah,dialah sang juara nya.Namun, di luar mata pelajaran Nabila tak seaktif Nathan dan nita.Dimana,Nathan dan nita menjadi murid yang paling aktif di berbagai event perlombaan di luar mata pelajaran.
__ADS_1
Kelemahan?,jelas itu bukan kelemahan manusia dan bukankah manusia terlahir sempurna?, begitupun dengan Nabila itu bukan kelemahannya hanya saja dia lebih di sibukkan untuk mencari rezeki di tengah kesibukannya dalam belajar.
Seperti saat ini,Nabila yang baru pulang sekolah dia tak lupa memasukkan uang hasil penjualan Makaroni nya dalam sebuah kaleng bekas kue ringan yang tak sengaja dia temukan di halaman rumahnya.
Uang yang dia simpan adalah sisa dari membeli kebutuhan dapur dan kebutuhan sekolah nya,tak lupa Nabila untuk menghitung uang yang sudah dia kumpulkan agar dia mengetahui sisa uang yang harus dia kumpulkan lagi.
Nabila,duduk beralaskan tikar sembari menghitung uang pecahan dua ribu dan lima ribu dalam kaleng bekas kue ringan.Satu persatu Nabila menghitungnya dengan hati-hati tanpa keliru.
Di ambang pintu, dapat ibu martinah lihat raut wajah penuh kecewa dari Nabila yang harus mengumpulkan sisa dari uang yang terkumpul dalam waktu 2 hari.Dalam hati,ibu martinah merasa sedih dan prihatin atas apa yang terjadi pada dirinya dan kedua putrinya.
__ADS_1
"Malang sekali nasib mu,nak.Andai ibu ini punya uang banyak pasti kau dan Nisa tak perlu susah payah mengais rezeki di luaran sana".Gumam ibu martinah, menatap nanar pada Nabila yang kecewa sekaligus sedih.
Ibu martinah beranjak pergi ke kamarnya untuk mengecek sejumlah uang yang telah dia kumpulkan beberapa hari ini sebagai upah dari kerja nya sebagai kuli gosok dan buruh cuci.
Di buka nya kaleng bekas kue ringan sama seperti Nabila dan menghitungnya satu persatu,ada beberapa uang pecahan 10 ribu dan 50 ribu yang telah berhasil ibu martinah kumpulkan.
Ada sekitar 2.100.000 yang sudah dia kumpulkan dengan bekerja sebagai kuli gosok dan buruh cuci secara sembunyi-sembunyi.
"Hanya ini yang bisa aku kumpulkan dan aku berikan,nak.Semogs membantu".Gumam ibu martinah sembari memegang uang dalam genggamannya yang sudah rapih dan tertata dengan baik.
__ADS_1
l