
Mario,kembali menatap Nabila dengan intens seakan dirinya tak bisa mempercayai apa yang di ucapkan oleh nabila.Pengakuannya,membuat Mario terperangah kaget.
"Kau mengalami apa yang aku alami?,kau menerima pengabaian dari orang tua mu?".Rentetan pertanyaan membludak dari bibir Mario,yang penasaran.Rasa sakit dan kecewanya tiba-tiba teralihkan dengan pengakuan nabila.
"Jangan mengalihkan pembicaraan".Sahut Nabila,sembari menatap Mario dan menarik kembali tangannya yang terulur mengusap punggung Mario."Kau selesaikan terlebih dahulu cerita mu".Ucap Nabila, dengan berani menatap Mario.
"Baik".Mario, memalingkan mukanya dari Nabila dan mencoba mengumpulkan kekuatan."Aku menerima pengabaian dari orang tua ku, segala rasa sakit dan sedih ku.Aku tanggung sendiri,orang tua ku tak bisa bercerai karena kontrak pernikahan sialan itu dan aku tumbuh di lingkungan yang tidak sehat ".
__ADS_1
"Selama 15 tahun aku terkurung di sebuah tembok tinggi dan sangkar cemas yang bisa mengecohkan orang-orang di luaran sana,orang bilang aku beruntung hidup dan di besarkan dari keluarga kaya dan bergelimang harta.Tapi, sebenarnya aku lebih menderita dari mereka ".
"Aku tak ubahnya seperti boneka yang mereka gunakan untuk tetap mendapatkan harta warisan dari keluarga mereka masing-masing, kehadiran ku saja adalah sebuah kesalaha.Dimana ayah ku kala itu datang ke rumah dalam keadaan mabuk dan ibu ku yang tak tau apa-apa harus menerima konsekuensinya ".
"Hingga..."Mario terdiam, tiba-tiba dadanya sesak kala membayangkan masa kecil nya yang pahit dan suram."Hingga lahirlah aku,anak yang tak di harapkan".Mario, menengadahkan kepalanya keatas,mencoba untuk menahan tetesan air matanya agar tak jatuh.
Nabila, mendengarkan dengan seksama rangkaian cerita Mario dengan membayangkan dan terjun ke dalam masa lalu mario yang ternyata tak kalah jauh berbeda dengan dirinya.
__ADS_1
"Prestasi ku di bidang akademik, ternyata membawa ku untuk lolos dari sangkar emas yang menyiksa ku selama bertahun-tahun,dimana aku mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan ke strata 1 dengan mendapatkan beasiswa dan memulai perjalanan hidup ku dengan mandiri tanpa bantuan mereka lagi".
"Sejak saat itu dengan modal keberanian,aku memulai hidup sendiri merantau ke kota orang sebagai mahasiswa jalur prestasi yang untuk makan sehari-hari aku harus kerja serabutan,sama seperti mu".Jelas Mario,sembari menoleh kearah Nabila.
Seulas senyuman Nabila layangkan untuk Mario, menyalurkan kekuatan untuk Mario yang mulai bergetar tak kuat menceritakan masa lalunya.Apalagi masa lalu itu teramat menyakitkan baginya.
"Aku harus menghidupi diri sendiri dengan kerja serabutan,Nabil.Aku harus bebas dari keluarga yang abnormal dan beasiswa itu memberikan ku kesempatan untuk bisa meloloskan diri dan aku harap kau juga memanfaatkan kesempatan emas itu agar bisa mengubah nasib mu". Nasehat Mario,di akhir ceritanya.
__ADS_1
Nabila tersenyum,bukan itu yang ingin dia dengar bukan itu yang ingin dia tau.Melainkan hubungan antara Mario dan Nita.
Nabila, bergeleng-geleng kepala.Rela dia hujan-hujanan dan meloloskan diri dari gangguan Nathan bukan untuk mendengarkan cerita keluarga Mario yang tak sepenuhnya di ceritakan secara gamblang.Cerita itu masih menggantung, seperti ingin menarik simpati nya.