
"Apa yang kau tau tentang Nabila dan usahanya?".Tanya seorang murid, memberikan diri mengajukan pertanyaan di saat semua orang hanya diam mematung tak berani mengeluarkan suaranya.
Yang di tanya hanya diam sembari menyusun rencana jahatnya dan hal itu pula banyak menimbulkan pertanyaan diantara mereka yang sedang berkumpul.
Murid itu,ikut duduk diantara murid perempuan yang tengah sarapan ada pula yang mengerjakan tugas.Murid pria itu merapatkan tubuhnya diantara murid perempuan hendak membisikkan sesuatu yang akan semakin memperparah keadaan Nabila di mata mereka.
"Sini,aku bisikkan sesuatu".Kata murid pria itu sembari menjelaskan beberapa hal nya dengan berbisik.
Tatapan penuh keheranan dan ketidakpercayaan mereka jelas terlihat kala pria itu membisikkan sesuatu yang amat mencengangkan bagi mereka.
"Itu tidak mungkin,bukan?".Tanya murid perempuan itu dengan penuh keheranan.
"Maka,dari itu jangan kau lihat dari luarnya saja tapi kearah dalamnya nya juga dan lagi kalian kan tidak tau usaha apa yang dia lakukan demi mendapatkan barang yang terbilang mahal dan mewah bagi kaum kismin seperti dia".Hina pria itu,semakin menjelek-jelekkan Nabila.
__ADS_1
...****************...
Di lain tempat, tepatnya berada di perpustakaan tempat ternyaman bagi Nabila untuk bersandar,berkeluh kesah dan tempat dia menuangkan ide demi ide nya dalam sebuah karya.Nabila,tengah merangkai ide cerita nya dalam secarik kertas berwarna putih yang akan dia bubuhi dengan berbagai macam cerita untuk dia tulis bait demi bait nya.
Nabila,tak mengetahui perihal dirinya yang mendapatkan penilaian negatif diantara kalangan murid terlebih lagi ada yang memprovokasinya,dia tengah fokus merangkai cerita seperti dunianya telah beralih masuk ke dalam cerita yang dia buat sendiri.
Begitu khusu nya Nabila menulis karya nya,begitu lihainya jari- jemarinya menulis diatas secarik kertas dan dunianya sepenuhnya tertuju pada sebuah karya fiksi,tanpa memperdulikan kondisi di luaran sana apalagi harus memikirkan guru sosiologi nya yang entah kemana.
Sayup-sayup Nabila mendengar,suara orang yang riuh rendah mulai memadati lapangan sekolah dan sederet aktivitas lainnya yang di lakukan oleh murid dengan berbagai macam.Tapi,Nabila tak memperdulikan itu semua.Fokusnya adalah tetap melakukan kegiatannya yaitu menulis karya fiksi di mading perpustakaan seperti yang biasa dia lakukan.
Kring...Kring..Kring
Waktu berlalu dengan cepat,tak terasa bel waktu masuk kelas telah berbunyi bersamaan dengan Nabila yang telah merampungkan karya fiksi nya di secarik kertas berwarna putih,kini kertas itu tak lagi putih melainkan hitam bak noda diatas putihnya kertas.
__ADS_1
Nabila merapihkan alat tulisnya beserta dengan laptop yang tadi dia buka untuk melihat dan memantau karya fiksi nya.
Bersamaan dengan itu pula,Nabila seperti mendengar suara orang-orang yang membicarakan dirinya.
"Apa benar,Nabila menjual diri hanya agar bisa membeli laptop?".
"Ah,mana mungkin.Setau ku dia tak mungkin melakukan hal yang merendahkan harkat dan martabatnya".
Dan beberapa sederet pembicaraan yang seakan menjurus pada fitnah terhadap dirinya.
Nabila, hanya bisa diam mematung sampai suara orang-orang yang memfitnah nya tak terdengar lagi dan dia bisa dengan leluasa keluar dari ruangan perpustakaan, tempat ternyaman bagi dia untuk bersantai dan menulis karya fiksi.
"Siapa yang telah menyebarkan rumor tak benar ini?".Tanya Nabila pada diri sendiri,sembari merasakan sakit yang luar biasa perih nya.
__ADS_1