
"Ada yang bisa Nabil,bantu Bu?".Tanya Nabila pada ibu martinah yang tengah mempersiapkan beras untuk di masak.
Ibu martinah tersenyum pada Nabila yang dia tau, anaknya itu telah bangun di pagi buta untuk mempersiapkan barang dagangannya seorang diri dan dalam jumlah yang cukup banyak.
"Gak ada bil,kamu istirahat dulu aja pasti kamu capek sudah mempersiapkan barang dagangan seorang diri".Ibu martinah,mengelus tangan Nabila pemilik h dengan sayang.
Benar apa kata ibu martinah,Nabila butuh istirahat.Lihatlsh mata panda nya yang sudah sangat terlihat menunjukkan dirinya kurang istirahat bahkan beberapakali Nabila sering menguap.
"Istirahat lah nak".Usir ibu martinah secara halus, mempersilahkan Nabila untuk beristirahat sebelum berangkat sekolah.
Nabila, mengiyakan perintah ibunya daripada dia terus berdebat hanya karena masalah sepele.Toh,dia juga bisa menorehkan beberapa ide demi ide nya ke dalam karya fiksi yang belum sempat dia tulis semalam.
__ADS_1
Nabila bergegas pergi ke kamar nya untuk membawa buku diary dan bolpoin nya,tempat untuk dia menorehkan ide nya dan juga beberapa pengalaman yang pernah dia alami.
Kata demi kata terus Nabila torehkan dalam kertas putih,ada banyak sekali yang ingin dia tulis.Ide itu terus mengalir dalam pikiran Nabila mengalahkan rasa kantuk yang sempat dia dera.
Beberapa ide dan gagasan pikiran saling berlompatan,berlomba membuktikan siapa yang tercepat diantara gagasan pikiran dan pengalaman nya.Tanpa dia sadari,kejadian semalam tiba-tiba melintas dalam pikirannya.
Semalam, tanpa sengaja dia melihat sisi lain dari seorang Mario putra darmawan.Dia bertingkah seperti anak kecil yang suka bermain hujan-hujanan dan beberapa cerita masa lalunya yang tanpa sengaja dia dengar.
Nabila, menghentikan gerakan tangannya yang menorehkan rangkaian cerita yang dia tulis dalam buku diary nya.Rasa penasaran begitu menyeruak dalam diri Nabila dan beberapa rentetan pertanyaan begitu menari-nari di dalam pikirannya.
"Kenapa kejadian semalam,terus terngiang-ngiang sih".Gerutu Nabila,esal dengan memori otaknya yang tiba-tiba memutar kejadian semalam tentang guru dermawan nya.
__ADS_1
Nabila, memutuskan untuk mengakhiri menulis karya fiksi nya.Pikirannya buntu, matanya lelah dan kepala nya pening,meminta Nabila untuk mengisi asupan nutrisi bahkan beristirahat sebentar.
Nabila,menoleh kearah tempat dimana Nisa tertidur dengan pulas nya.Adik perempuan satu-satunya, seperti kelelahan dalam aktivitas di masa kecilnya,entah karena kesibukannya membantu ibu nya dan juga dirinya.
Nabila, tersenyum getir.Rasa tak tega jelas terlihat di mata Nabila yang berkaca-kaca tak bisa membayangkan kehidupan masa kecil adiknya yang terengut karena di paksa untuk bekerja di usia belia nya.
"Maafkan kami dek,sungguh maaf".Gumam Nabila,sembari menghampiri nisa yang tertidur pulas dan duduk di samping Nisa.Dia belai rambut Nisa dengan penuh sayang, seakan dia meminta maaf atas segala keegoisannya terhadap masa depan Nisa.
"Tidur yang nyenyak yah dek,kakak harap kamu bisa bersabar dalam menghadapi segala ujian hidup.Sabar yah dek,kakak janji suatu saat nanti akan kakak bawa adek keliling dunia dan kita bisa hidup bahagia ".Kata Nabila,berjanji pada Nisa akan mengganti masa kecilnya yang hilang.
Nabila, berdiri hendak keluar dari kamar dan sarapan pagi yang sebelumnya dia sudah merapihkan buku diary dan alat tulisnya ke meja belajarnya.Membiarkan Nisa tertidur dengan pulas nya dan beristirahat dalam buaian bunga mimpi seperti mimpinya yang ingin membahagiakan keluarga nya dan mengangkat derajat keluarganya diatas segala hinaan beserta dengan caci maki orang lain terhadap kemiskinannya.
__ADS_1