
"Ehem..."Noval berdehem, menyadarkan Nathan atau tepatnya menyadarkan diri sendiri atas apa yang dia lihat.
Nathan, begitu terkejut dengan suara seseorang yang menganggu usaha nya dalam mendekati Nabila dan mendapatkan hatinya seperti yang di lakukan oleh Mario putra Darmawan dalam mendapatkan hati nabila.
"Ngapain loe kesini?".Noval di sambut dengan pertanyaan dan tatapan tajam dari si pemilik rumah.
Terkejut bercampur rasa penasaran,Noval bertanya-tanya kepada dirinya tentang apa yang di lakukan oleh Nathan dengan Nabila berduaan di ruangan perpustakaan.
Dengan berani,Noval balik bertanya."Kenapa?,kalau gue gak ada disini?,apa yang ingin loe lakuin kepada Nabila?".Tanya Noval,b gitu berani dan menantang Nathan.
Sepertinya Nathan tersinggung,entah takut Nabila mendengar ucapan nya.Tapi,yang jelas Nathan menoleh kearah Nabila dan menyeret tangan Noval,menjauh dari ruangan perpustakaan.
"Hei..Ada apa ini,kawan?,kau menyeret ku seperti maling yang ketahuan penghuni rumah".Gerutu Noval,tak terima dirinya di seret paksa oleh Nathan.
"Diam, bego".Bentak Nathan, seperti terlihat kilat kemarahan dalam dirinya.
Noval, bungkam seribu bahasa setelah mendapatkan bentakan dari Nathan.Dia ikuti alur cerita Nathan, padahal dia tau dengan perasaan dan hati Nathan terhadap nabila.
__ADS_1
Nathan,menyeret paksa tangan Noval menuju ke ruangan kelas.Bukan ada hal rahasia yang ingin di ungkapkan oleh Nathan,lebih tepatnya sebab waktu menunjukkan sebentar lagi pasti bel bunyi.
Kring....
Kring...
Kring...
Benar dugaan Nathan,tak lama setelah dia dan Noval mendaratkan pantat mereka di atas kursi kayu,bel tanda masuk berbunyi dengan nyaring.
"So,apa yang kau lakukan pada Nabila?".Tanya Noval,masih di hantui oleh rasa penasaran.
Nathan, melayangkan tatapan tajam kearah Noval dan sedikit mencondongkan badannya."Kepo loe".Bisik Nathan.
Noval, mencebikkan bibirnya sebal."Padahal loe berbohong aja,gue tetap tau kebenaran nya".
"Kalau tau,kenapa tanya?".Gertak Nathan,tak habis pikir dengan cara pikir Noval.
__ADS_1
"Yeah,jujur aja kali.Loe mulai jatuh cinta pada rival debat loe".Goda Noval,memancing Nathan berkata jujur dan menceritakan semua yang terjadi sebelum dia di temukan berada di perpustakaan berduaan dengan nabila.
Bukannya menjawab, Nathan justru terlihat celingak-celinguk seperti mencari keberadaan seseorang yang di nantikan nya.
"Tanpa loe ngomong juga,gue udah tau dan itu terbukti dari tatapan loe".Kata noval kembali menggoda Nathan.
"Sudah tau,nanya.Sudah jelas,malah dianggap berbohong ".Skak Nathan, membungkam mulut Noval yang terus menggoda Nathan dan memancing Nathan untuk berkata jujur.
"Yah deh..Iya.."Akhirnya Noval menyerah juga,sudah hapal betul dirinya terhadap watak Nathan yang keras kepala dan tak ingin privasi nya di ganggu gugat.
Yang di cari Nathan,ternyata muncul juga bersama dengan bapak matio yang masuk berdampingan dengan Nabila, sesekali terlihat senyuman menghiasi bibir mereka dan sesekali mereka tengah berbincang layaknya sepasang kekasih.
"Kayak nya ada yang patah hati".Goda Noval lgi,tak henti-hentinya terus menggoda Nathan.
Kembali Nathan, melayangkan tatapan tajam kearah Noval yang sengaja menggoda nya dan memancing emosinya.
"Gue bilang diam, yah diam".Bentak Nathan,tak bisa menutupi rasa cemburunya terhadap Nabila yang datang bersamaan dengan bapak matio.
__ADS_1