
Nita,memang anak orang kaya dan bahkan keluarganya berasal dari keluarga konglomerat tapi bukan berarti dia bisa merendahkan orang-orang yang berada di kalangan bawah.
Pertemanan dengan Nabila,sekali lagi menyadarkan Nita akan arti rasa bersyukur dan tak mengeluh dengan keadaan.Nita,yang semula merupakan anak manja dan suka merendahkan,menjelma menjadi pahlawan bagi mereka yang sedang berjuang meraih cita-citanya di dalam keterbatasannya.
Nita, berbalik badan lagi.Menghadap Nathan yang tetap berdiri seakan menantang diri nya,dan anggota geng nya yang tertawa merendahkan keadaan Nabila yang menggunakan baju batik lusuh dan warnanya yang sudah luntur termakan usia.
"Aku tanya sekali lagi,tuan Nathan yang terhormat.Apa gadis seperti Nabila tak punya hak untuk bermimpi dan meraih cita-citanya?,apa karena dia miskin jadi kau dan teman-teman mu bisa merendahkan dan menghina dia?".Nita menatap tajam pada Nathan dan juga anggota geng nya, menyiratkan api kemarahan dan menabuh genderang peperangan diantara anak orang kaya hanya untuk membela gadis miskin seperti nabila.
Nathan terdiam,bukan karena dia mengaku kalah dengan pertanyaan Nita yang seakan mengskakmat dirinya dengan kata-kata menohok membalikkan keadaan.Tapi,Nita selalu membawa masalah pribadi ke dalam dunia bisnis orang tuanya.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Nathan dan anggota geng nya, kesemuanya diam dengan pandangan angkuhnya, menyepelekan Nita yang berkoar-koar membela kaum lemah dan tak berdaya.
Nita, menghampiri Nathan dan berdiri tepat di depannya hanya menyisakan 1 langkah saja.Tinggi badan Nita yang hanya sebatas dada Nathan,tak membuat dia gentar apalagi goyah.Dia tetap kekeh membela Nabila dari gangguan Nathan dan geng nya.
Nita, mencondongkan badannya."Dia memang miskin,tapi setidaknya dia punya etika gak seperti orang tua kamu yang kaya, terpandang , terhormat dan anggota TNI tapi tak mampu menyekolahkan mulut anaknya dan tak bisa mendidik anaknya dengan baik".Bisik Nita di telinga Nathan.
Dia menarik kembali tubuhnya menjauh dari tubuh Nathan dengan harum wangi parfum nya yang membuat siapa saja ingin berlama-lama dekat dengan Nathan.
Nathan, terlihat mengepalkan tangannya.Keberanian Nita dan kata-kata menohok nya, membuat Nathan diam membeku tanpa membalas ucapan Nita.
__ADS_1
Noval,menepuk pundak Nathan."Masih, banyak kesempatan untuk mempermalukan gadis miskin itu.Ayo bro kita pergi saja".Ajak Noval,paham betul dengan ketua geng nya yang terbakar api kemarahan tanpa bisa membalas.
"kau boleh menang sekarang Nabila,tapi akan ku pastikan keu bertekuk lutut di hadapan ku".Gumam Nathan, mengepalkan tangan geram.
Nathan terpaksa harus meninggalkan lapangan tanpa bisa mempermalukan Nabila yang sudah menolak panggilan telpon nya semalam, padahal dia hanya ingin bertanya tentang keadaan Nabila yang tak biasanya bermuram durja dan sering nya melamun.
Yah,semalam yang menelpon Nabila hingga berkali-kali adalah Nathan anumerta.Di balik sikap cuek dan peduli nya, tersirat rasa kasihan pada gadis tangguh penuh perjuangan.
Semalam juga Nathan, berjalan mondar-mandir,gelisah tak karuan demi mendengar pemilik suara lembut.Si cantik dan pintar,Nabila Kemala yang mampu menggetarkan hati nya lewat perjuangan hidupnya yang berliku.Si pintar jago berdebat,yang hanya dengan kata-kata nya mampu menghipnotis dirinya dan kesederhanaannya yang mampu membuat dia jatuh hati pada pandangan pertama.
__ADS_1
...****************...