Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 154


__ADS_3

Senada dengan Nabila yang terbayang-bayang akan senyuman manis Nathan,apalagi dia hadir begitu saja melintas di benaknya kala Nabila tengah fokus merangkai kata demi kata agar menjadi sebuah cerita yang menarik,Nathan tengah memandang pohon di sisi trotoar tempat Nabila menjajakan dagangannya.


Biasanya,dia selalu mendapati Nabila tengah duduk selonjoran di bawah pohon, terkadang sibuk melayani pembeli, terkadang pula Nabila sibuk menorehkan beberapa kata di buku diary nya yang entah dia sedang menulis apa,yang pasti Nabila terlihat serius dan fokus.


Kali ini,Nathan hanya mendapati daun yang berguguran dan semilir angin yang berhembus kencang tanpa ada orang.Nathan menghela napasnya dengan kasar, wanita yang dia tunggu dan yang dia cari ternyata tak ada di tempat.


"Kemana wanita itu?".Gerutu Nathan yang harus menelan kekecewaan di saat gadis incarannya tak ada di tempat.


Sudah beberapa jam pula Nathan duduk diatas jik motornya sembari terus mengamati arah jalan Nabila,tapi sampai detik ini pun yang di carinya tak kunjung menampakkan batang hidungnya,tapi dia dengan setia menanti kedatangannya tak peduli tubuhnya yang menjadi sasaran empuk bagi hewan kecil namun mematikan.


Prok

__ADS_1


Prok


Prok


Hewan-hewan kecil itu rupanya telah hinggap dan menggigit permukaan kulit Nathan hingga menyebabkan dirinya merasa gatal dan perih akibat dari serangan segerombol mahkluk kecil yang mematikan,tapi Nathan tetap bertahan meski hampir seluruh tubuhnya memerah.


"Nyamuk sialan,datang dan pergi tak di undang".Gerutu Nathan,sembari terus memukul nyamuk yang hinggap dan menggigit permukaan kulitnya hingga dia heboh sendiri.


Seseorang itu menyaksikan Nathan di balik kemudi nya sembari tersenyum getir.Dia tau perjuangan dan pengorbanan cinta dari seorang Nathan anumerta sama seperti sang ayah yang di ceritakan langsung oleh orang nya.


Pria itu nampak terheran-heran tapi juga kagum atas pengorbanan cinta nya,namun dia tak kunjung mendapatkan cintanya hanya karena gengsi dan ego yang mempengaruhi nya.

__ADS_1


"Nathan..Nathan..Kau itu bodoh atau terlalu cinta?".Gerutu pria itu sembari bergeleng-geleng kepala.


Tak ingin hanya berdiam diri menyaksikan Nathan yang terus melawan segerombol mahkluk kecil yang mematikan namun tak kunjung jera.Pria itu memutuskan untuk melajukan mobilnya dan mendekat kearah Nathan.


Nathan yang sibuk dan heboh sendiri,dia tak sadar dia belakang nya ada sebuah mobil sport keluaran terbaru dan mewah,bisa di bandingkan dengan mobil milik Cristiano Ronaldo dengan edisi terbatas.Mobil itu berhenti tepat di belakang Nathan dengan lampu mobil yang menyala terang.Namun,Nathan tetap tidak menyadarinya sehingga membuat pria yang ada di balik kemudi itu menjadi kesal sendiri.


Tid...Tid..Tid


Suara klakson mobil yang terdengar nyaring mengalihkan perhatian Nathan dari serangan segerombol mahkluk kecil dan menoleh pada mobil yang membunyikan klakson dengan cukup keras.


Awalnya Nathan hanya menoleh,lama semakin lama Nathan berbalik badan dengan memicingkan mata, seperti tau persis pemilik mobil sport dengan edisi terbatas dan terbilang sebagai pesaing mobil sport milik Mega bintang sepakbola ternama, Cristiano Ronaldo.

__ADS_1


"Apakah dia?".Nathan bertanya-tanya sendiri sembari terus menelisik kemiripan mobil sport dengan pemilik nya yang merupakan sahabat karibnya.


__ADS_2