
Rasanya seluruh persendian Nabila terasa lemas,dadanya tiba-tiba sesak dan seluruh semangat hidupnya telah raib tertelan bumi begitu membuka tutup kaleng bekas dengan penuh harapan.
Nabila jatuh melorot ke bawah, seakan tak mempercayai isi di dalam kaleng bekas itu yang telah kosong hanya menyisakan selembar uang 10 ribu untuknya sebagai penghibur hati yang resah gelisah.
Beberapa kali Nabila membuka dan menutup kembali tutup kaleng bekas itu dengan harapan isi di dalam kaleng bekas kembali dengan utuh dan bila perlu jumlahnya bertambah dari jumlah terakhir dia hitung.
Nyatanya uang yang dengan susah payah Nabila kumpulkan tak bersisa dan tak bertambah,yang ada hanya memberikan kesedihan bagi Nabila yang telah berharap lebih.
"Kemana uang ini semua hilang".Panik dan gelisah,Nabila mencari-cari uang yang telah dia kumpulkan dalam kaleng bekas, berharap dia lupa menyimpan.
Seluruh penjuru ruangan kamar tidur Nabila yang sederhana dan tak luas,semua telah di telusuri tak ada yang tertinggal bahkan semur di lubang kecil pun tak luput dari pencarian uang Nabila yang raib secara tiba-tiba.
"Bagaimana ini?".Nabila,tak bisa membendung rasa frustasi,marah,kecewa dan juga rasa sedihnya mengetahui uang yang di kumpulkan dengan susah payah kini menghilang dengan sekejap mata.
__ADS_1
Nabila,duduk terlebih dahulu diatas ranjang usangnya menenangkan diri di hati yang tak karuan dan pikiran yang buntu,tak menaruh curiga sedikitpun pada orang-orang rumah.
Nabila,menarik napas dan menghembuskan nya secara kasar kejadian ini terlalu mendadak dan mengagetkan Nabila yang telah berharap tinggi.
Susah payah,Nabila mengatur ritme napasnya s belum dirinya beranjak keluar kamar bertanya pada anggota keluarganya tentang uang yang telah dia simpan di dalam kaleng bekas.
Dengan berjalan secara tertatih-tatih Nabila berusaha menapaki lantai keramik, berusaha menyadarkan dirinya dan fokus pada tujuan nya.Tapi, langkahnya terhenti kala Nabila tanpa sengaja menabrak tubuh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah ibunya sendiri.
Tak terkecuali dengan ibu martinah,dia juga sama terkejutnya dengan Nabila bahkan harus sampai menyembunyikan kotak kardus dalam genggamannya ke belakang tubuhnya.
"Nabila".Ibu martina,juga sama seperti Nabila bertanya seakan dirinya tak mempercayai orang yang ada di hadapannya.
Ibu martinah di Landa gugup dan setengah terkejut dengan pertemuan nya dengan Nabila yang secara mendadak.Dia pikir Nabila masih lama pulang ke rumah, nyatanya dia pulang lebih awal dari perkiraan nya.
__ADS_1
Nabila, memperhatikan raut wajah ibunya yang seperti menyembunyikan sesuatu darinya, wajahnya yang tiba-tiba tegang dan berubah gugup bila tak sengaja bersitatap dengan nya, menimbulkan kecurigaan bagi nabila.
"Ibu?".Tanya Nabila,sembari mencoba mencari tau apa yang di sembunyikan oleh ibunya di balik tubuh munggil nya.
"Yah, nabila".Sahut ibu martinah,mencoba untuk menghalangi Nabila dari benda yang dia sembunyikan.
"Apa yang ibu sembunyikan?".Tanya Nabila penasaran dengan benda yang ada di balik tubuh ibunya.
Diam,ibu martinah memilih diam dan sesekali menunduk seakan maling yang tertangkap basah,tak ada jawaban dari ibu martinah atas pertanyaan Nabila yang mengandung kecurigaan terhadap ibunya.
Nabila,mundur perlahan sembari terus mengamati raut wajah ibunya,semakin di perhatikan malah semakin menambah kecurigaan bagi nya.
'Apa mungkin ibu yang mengambil uang ku?'.Nabila membatin, menerka-nerka sendiri apa yang telah terjadi.
__ADS_1