Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 44


__ADS_3

Suasana sekolah di pagi hari yang masih sepi belum ada murid yang mau berangkat sekolah di pagi hari.Sepi dan sunyi seperti di kuburan hanya sesekali terdengar suara orang yang sedang membersihkan halaman sekolah terdengar di telinga Nabila, sesekali terdengar suara langkah kaki.


Nabila,tak asing lagi berangkat di pagi hari dengan suasana yang masih sepi hanya menyisakan petugas kebersihan dan ibu kantin yang mulai menata dagangan nya.


Nabila, tersenyum kala melihat ibu kantin sudah ada di kantinnya.Dia tak perlu lagi menunggu kedatangan ibu kantin yang terkadang lebih lambat dari dirinya.


Nabila,bergegas menghampiri ibu kantin yang mulai di sibukkan dengan dagangannya, sesekali terlihat membersihkan toples permen beserta dengan dagangan yang lainnya.


"Assalamu'alaikum".Sapa Nabila,pada ibu kantin yang tengah menata barang dagangannya.


"Waalaikum salam ".Sahut ibu kantin,sembari menoleh kearah Nabila.


Ulasan senyum selamat pagi Nabila layangkan untuk orang yang sudah berbisik hati membantunya dengan ikut menjual barang dagangannya.

__ADS_1


"Bu,aku tutup lagi makaroni balado nya".Nabila mengeluarkan 30 bungkus plastik makaroni balado pada ibu kantin.


"Sekarang lebih banyak yah dagangannya?".Tanya ibu kantin setelah menerima dan menghitung jumlah bungkus plastik yang di sodorkan oleh nabila.


"Iya Bu,maaf sebelumnya".Sesal Nabila,menunduk diam.


Ibu kantin tersenyum."Gak papa bil, harusnya dari kemarin-kemarin kamu tutup nya yang banyak ".Usul ibu kantin, memaklumi barang dagangan nabila dengan jumlah banyak.


"Terimakasih Bu,dan maaf sudah merepotkan".Kata Nabila lagi,tak henti-hentinya mengucapkan kata maaf.


Halaman sekolah sudah mulai di padati oleh murid yang mulai saling berdatangan,siap memulai aktivitas belajar -mengajarnya.Ada yang langsung pergi ke kantin untuk sarapan,ada yang nongkrong terlebih dahulu dan ada pula yang langsung masuk ke kelasnya masing-masing.


Tapi,tidak dengan Nabila yang harus berjualan terlebih dahulu sebelum dia masuk ke kelas nya,tidak ada acara sarapan apalagi nongkrong.Nabila,harus menjual barang dagangannya dengan jumlah yang agak banyak menyusuri kelas demi kelas.

__ADS_1


"Makaroni... Makaroni..."Teriak Nabila, menawarkan barang dagangannya.


"Kak, makaroninya".Balas teriak murid yang hendak membeli makaroni balado nabila.


"Iya,dek".Sahut nabila bergegas menghampiri murid yang hendak membeli makaroni dagangan nya.


Nabila, berjongkok dan membuka kantong plastik berisi dagangan nya,agar pembeli bisa leluasa memilih dan mengambil sendiri sesuka hatinya.


"Aku beli 2 yah kak".Kata si pembeli sembari menyodorkan uang pada Nabila.


"Iya gapapa".Sahut Nabila,mengambil uang yang di sodorkan dan menyerahkan uang kembalian pada si pembeli.


Traksaksi jual beli serah terima sudah selesai di lakukan,Nabila kembali berkeliling menyusuri setiap ruangan kelas sambil berteriak menawarkan barang dagangannya tanpa kehadiran Nita.

__ADS_1


Yah,Nita yang entah pergi kemana dia hari ini sehingga tak terlihat batang hidungnya bahkan bayang-bayang nya pun tak terlihat.Entah emang Nabila terlalu pagi berangkat sekolah,hingga Nita tak sempat melihat Nabila yang sudah terlanjur jauh menyusuri setiap ruangan kelas mencari pembeli yang mau membeli dagangannya.


"Ternyata loe gak kapok yah,tetap jualan di sekolah?".Suara berat penuh dengan intimidasi itu menginterupsi langkah kaki Nabila yang tiba-tiba terhenti,diam membeku seperti kaki nya tertancap paku hingga sulit untuk bergerak barang selangkah pun.


__ADS_2