
Semenjak kejadian itu, pengakuan Mario yang membuat Nabila shock dan tak menyangka.Hidup Nabila berubah drastis,dia yang dulu sering di bully dan pasrah,kini dia lebih memilih acuh tak acuh dengan bullying dari teman-teman nya,Nita pun tak lagi menganggu nya dan Nathan yang setia terus menganggu nya tiada henti,satu yang pasti.Matio, tiba-tiba menghilang dengan alasan yang pasti.
Guru dermawan itu telah resign dari sekolah, mengundurkan diri dari tugas mulianya dan pergi entah kemana.
Hanya Nathan yang berani menggangu nya,di setiap momen,di setiap kesempatan Nathan selalu berurusan dengan Nabila.Entaj itu di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,tapi Nabila selalu acuh terhadap perlakuan Nathan terhadapnya seperti belakang ini terjadi dimana nathan menghina Nabila sebagai anak kuli gosok.
"Lagian anak kuli gosok aja belagu pake menyekolahkan anaknya di sekolah elit,pake jalur beasiswa pula".Hina Nathan di dasar Nabila tengah menawarkan dagangannya nya.
Nabila acuh tak acuh menanggapi ucapan Nathan yang menghina nya.Nabila,lebih sabar menghadapi Nathan yang sering mencoba meminta perhatian nya lewat kata-kata hinaan.
Nabila,terus berjalan sembari menenteng kantong plastik berukuran besar tanpa memperdulikan Nathan yang terus berusaha mengejarnya tanpa lelah sembari melontarkan kata-kata hinaan.Membalas pun,tiada guna bagi nabila.
"Heh,kalau ada yang mengajak mu ngomong itu di dengerin bukan main nyelonong pergi aja".Gertak nathan frustasi, usahanya selalu tak membuahkan hasil.
__ADS_1
Nabila, bukannya tidak mau membalas atau menimpali ucapan Nathan hanya saja Nabila tau jika itu di balas pasti akan menimbulkan kebahagiaan untuk Nathan yang membuat Nathan tak berhenti berbicara,mengoceh tak jelas.
"Makaroni balado nya guys".Teriak nabila.""Ada promo nya loh".Nabila,menoleh kearah Nathan yang berjalan berdampingan dengan dirinya."Beli 5 bisa dapat berfoto dengan nathan ".Teriak Nabila, tanpa memperdulikan raut wajah Nathan yang melongo tak percaya.
"Aku?".Tunjuk nya pada diri sendiri.
sebelum sempat Nabila menjawab pertanyaan Nathan, segerombol siswi cantik mengerubungi Nabila dan Nathan.
"Aku 10".
"Aku,5 aja yang terpenting bisa berfoto dengan murid populer dan ganteng".Ucap siswi genit.
Nathan,menepuk jidatnya sembari bertolak pinggang."Skill pemasaran bagus".Sindir Nathan yang menjadi tumbal akan kelarisan dagangan nabila.
__ADS_1
Nathan,tak bisa menghindar dari segerombolan siswi genit yang telah di promosikan oleh Nabila tanpa persetujuan darinya, apalagi memikirkan perasaan nya.
Nathan, dengan terpaksa harus melayani segerombolan siswi genit dalam melakukan foto bersama seperti apa yang di promosikan oleh Nabila untuk melarikan dagangannya dengan dirinya sebagai tumbalnya.
Ternyata, segerombol siswi ini tak hanya meminta berfoto bersama.Ada yang bahkan berani mencubit pipinya, mengenggam tangannya bahkan memeluknya dengan erat.
Nabila,tak bisa menyembunyikan tawa nya kala Nathan tak berkutik menghadapi siswi yang meminta di luar batas, biasanya dia selalu menolak bahkan selalu melontarkan kata hinaan sekarang dia bahkan tak bisa berbuat apa-apa selain bisa pasrah menerima nasib yang sengaja di ciptakan oleh nabila.
"Turun harga diri gue".Gerutu Nathan,di saat siswi telah berbondong-bondong meninggalkan Nabila dan Nathan.
"Untung banyak nih".
"Enak di loe gak enak di gue".Gertak Nathan, menimpali ucapan Nabila sembari mengibas-kibaskan uang ke mukanya langsung dengan Nathan sebagai tumbal nya.
__ADS_1