Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 168


__ADS_3

Nathan tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi wajah Nabila yang seperti kepiting rebus,jengkel dan kesal itu yang di rasakan nya.Tapi,tidak untuk Nathan yang telah berhasil membuat Nabila marah.


"Rasain emang enak".Umpat Nathan di sela-sela tertawa bahagia nya diatas penderitaan orang lain.


Tak hanya itu saja tujuan dari Nathan,akan tetapi dia ingin mengetahui aktivitas Nabila selama berada di ruangan perpustakaan yang super luas dan lengkap namun hanya di isi oleh satu orang saja.


Nabila,yang sering nya hilir-mudik pergi ke perpustakaan menimbulkan kecurigaan tersendiri bagi Nathan yang bahkan dia tak peduli deng usaha Nabila yang ingin merubah nasibnya dan mengangkat harkat derajat orang tuanya.


Sementara Nathan yang tertawa bahagia sembari terus berlari dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.Nabila,dia dengan terpaksa harus membersihkan bekas sepatu Nathan yang mengotori lantai perpustakaan dan menyebabkan kegiatan nya terganggu.


"Tadi bayang-bayang nya,sekarang di tambah menyiksa fisik".Gerutu Nathan,tak habis pikir dengan Nathan yang selalu menganggu nya.


Mulanya Nabila menyapu lantai,untuk selanjutnya mengepel lantai agar terlihat bersih kembali dan nyaman di gunakan ketika hendak membaca buku.

__ADS_1


Target Nabila,jauh dari perkiraan dan dia dengan terpaksa harus menghentikan tangan nya untuk terus menulis menorehkan rangkaian cerita demi ceritanya diatas tools bar laptop.


Selesai membersihkan lantai dari kotoran sepatu Nathan, nabila tak langsung melanjutkan kembali menulis novel akan tetapi Nabila duduk dan bersantai karena lelahnya membersihkan ruangan perpustakaan yang super luas.


Keringat mengucur di seluruh tubuh Nabila, napasnya terengah-engah dan pikirannya menjadi buntu.Nabila, dengan terpaksa harus menghentikan kegiatannya untuk memulihkan pikiran dan tenaga.


Plak


Kali ini suara bola yang jatuh buka lagi mengenai buku melainkan tepat mengenai kepala Nabila dan itu membuat Nabila mengaduh kesakitan.


"Betah amat disini,gak mau pulang loe?". Tanya seseorang yang tak asing lagi bagi Nabila.


"Ganggu aja loe".Gerutu Nabila.Kesal,marah,kecewa dan sakit dia k menyatu dalam diri Nabila.

__ADS_1


Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nathan,dia ikut duduk di samping Nabila dan mengecek seberapa parah tingkat resikonya akibat dia dengan sengaja melemparkan bola tepat mengenai kepala Nabila untuk menyadarkan Nabila dari lamunan panjangnya.


"Oh untung gak parah yah".Ucap Nathan,bernapas lega sembari tersenyum kecut.


Nabila,menatap Nathan dengan penuh kebencian."Yah, seandainya gue ngalamin geger otak atau amnesia?,loe mau tanggung jawab?, enggak kali".Sahut Nabila dengan kesal nya.


"Sok tau loe".Timpal Nathan,tak terima dengan tuduhan nabila dan Nabila yang memilih untuk merapihkan kembali barang-barangnya.


"Mau kemana loe?".Tanya Nathan, begitu Nabila hendak pergi meninggalkannya.


Bukannya menjawab pertanyaan Nathan,Nabila justru tengah terburu-buru merapihkan barang-barang nya dan bersiap diri untuk pulang.


"Di tanya,yah jawab bukan seenaknya main nyelonong kayak ayam ".

__ADS_1


"Sudah tau salah bukannya minta maaf bukan WATADOS (Wajah tanpa dosa)"Skak Nabila,berhasil membungkam mulut pedas Nathan.


Karena balasan Nabila itu yang begitu menohok membuat Nathan tak bisa berkata-kata lagi dan membiarkan Nabila pergi begitu saja dengan meninggalkan pesan dan kesan yang begitu menohok baginya.


__ADS_2