Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 207


__ADS_3

Lama Nabila menatap Noval yang tertunduk seakan tak punya semangat dalam menjalani aktivitas nya meski sudah di bujuk oleh anggota geng yang lainnya.


"Rindu?".Ucapan Nabila seakan membangkitkan semangat Noval yang semula duduk termenung kini dia seperti punya semangat baru bak bunga yang di siram air.


"Kau merindukan,Nathan?".Tanya Noval, meyakinkan sembari menghampiri Nabila yang duduk di kursinya hendak keluar kelas."Apa aku tidak salah dengar?".Tanya Noval,sekali lagi meyakinkan diri sendiri tentang apa yang sudah dia dengar dari mulut nabila sendiri.


"Aku tidak bilang begitu".Kilah Nabila,sembari beranjak dari kursinya hendak meninggalkan Noval yang masih bertanya-tanya tentang kebenaran.


"Hai,aku dengar yah dan kau jangan terus menghindar!".Seru Noval,sembari mengikuti langkah lebar nabila.


Teriakan Noval tak di perdulikan oleh Nabila yang tidak hanya ingin menghindari Noval akan tetapi nabila di kejar waktu karena tak hanya harus mampir ke perpustakaan terlebih dahulu,akan tetapi Nabila juga harus menjual sisa makaroni balado nya yang belum seluruhnya habis.


Noval,terus mengejar Nabila tak peduli dia harus ikut menyusuri setiap ruangan kelas dan membantu Nabila menawarkan dagangannya pada setiap murid yang kebetulan lewat atau sedang nongkrong di depan kelas.

__ADS_1


Tak sampai disitu,Noval juga mengikuti Nabila yang pergi ke perpustakaan untuk sekedar menempelkan karya fiksi nya di mading perpustakaan dan meminjam buku di perpustakaan dengan jumlah yang banyak dan tak masuk di akal.


"Sejak kapan peraturan perpustakaan berubah?".Tanya Noval pada diri sendiri yang setahu nya setiap murid hanya boleh meminjam buku maksimal 3 buah saja,tapi yang di pinjam oleh Nabila lebih dari 3 buku.


Di liputi oleh rasa penasaran,Noval tanpa sadar mengikuti Nabila kemanapun dia pergi bak pengawal yang menjalankan tugasnya melindungi sang putri dari ancaman bahaya.


Nabila,sudah duduk kembali di kursinya sambil sesekali membaca buku yang di pinjam nya dan Noval yang setia menanti jawaban dari nabila.


Kring


Kring


Kring

__ADS_1


"Sial".Umpat Noval,tapi dia tetap berada di sebelah Nabila duduk tak sedikitpun beranjak barang sejengkal pun demi mendengar jawaban jujur dari wanita yang teman nya sukai secara diam-diam.


"Kau tidak mau pindah?".Tanya Nabila,tak peduli dengan raut wajah Noval yang menuntut nya memberikan jawaban.


Noval,menepuk jidatnya sendiri dengan pertanyaan Nabila yang seakan melupakan permintaannya yang menuntut jawaban jujur kepadanya terhadap apa yang barusan Nabila ucapkan.


"Kau kira kalau bukan karena ingin mendengar jawaban dari mu,gue rela membantu loe menawarkan dagangan loe sampai mengikuti loe masuk ke perpustakaan".Gertak Noval,sudah habis kesabarannya menghadapi sikap Nabila.


"Suruh siapa?,gue gak nyuruh apalagi meminta bantuan dari loe".Sahut Nabila,acuh tak acuh dengan raut wajah Noval yang memerah seperti udang rebus.


"Arghhh".Teriak Noval sembari memukul meja dengan cukup keras dan beranjak dari meja Nabila menuju meja nya yang sayangnya malah bersebelahan.


Nabila,mengedikan bahu merasa tak bersalah dengan kemarahan Noval terhadapnya yang bahkan tak sepenuhnya itu adalah salah dirinya.

__ADS_1


Satu persatu teman kelas Nabila saling berdatangan masuk ke kelas kendati raut wajah Noval masih tak berubah dan tatapan nya yang terus mengarah pada nabila saking kesalnya dia terhadap sikap Nabila yang sok tak peduli.


__ADS_2