Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 209


__ADS_3

"Seneng yah,gak ada Nathan?". Pertanyaan itu seakan terngiang-ngiang di benak Nabila yang bahkan entah mengapa dia mulai merasakan kesepian dan hidup seperti tidak berwarna tanpa adanya Nathan.


Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Nabila terus mengarah pada Nathan yang usil dan pengganggu hidupnya,tidak di lingkungan sekolah,tidak pula di dalam lingkungan sekolah.Nathan dengan segala tingkah lakunya berhasil memberikan warna dalam kehidupannya.


Seharusnya Nabila merasa senang ketidakhadiran Nathan di kelas dan hidupnya yang tak lagi harus melewati intrik drama,tapi sayangnya perasaannya tak sejalan dengan pikirannya.


Nabila, seperti orang yang linglung.Terus melamun di sepanjang perjalanan, seperti ada yang hilang dalam hidupnya tapi juga tidak ingin terus di ganggu.


Nabila,berhenti sejenak untuk mengenyahkan pikirannya tentang Nathan yang lagi-lagi tanpa permisi malah masuk ke dalam pikiran nya dan menganggu ketenangannya.


"Stop,Nabila.Berhenti memikirkan dia". Nasehat Nabila untuk dirinya sendiri dan kembali melanjutkan sisa perjalanannya yang di rasa jangal.


Dengan langkah lebar dan tergesa-gesa,Nabila berusaha untuk sampai ke rumahnya tanpa ada bayang-bayang Nathan di pikiran nya.

__ADS_1


"Alhamdulilah".Ucap syukur kembali Nabila ucapkan kala Nabila sudah sampai di rumah dengan selamat,tak kekurangan satu hal pun.


Nabila beranjak masuk,tak lupa memberikan salam kepada penghuni rumah.Namun,salam Nabila tak mendapatkan sahutan dari dalam.Nampak sepi tak berpenghuni.


"Kemana ibu dan Nisa perginya?".Nabila hati bertanya-tanya sendiri perihal Nisa dan ibu martinah yang tidak ada di rumah dan suasana rumah yang kembali hening dan sepi,sama seperti perasaan nya.


Nabil,bergegas masuk ke kamarnya dan langsung mengecek novel nya yang sudah dia tulis di laptop laptop nya tanpa memperdulikan kondisi perutnya yang mau berbunyi,meminta asupan nutrisi.


Ting


Ting


Ting

__ADS_1


Beberapa notifikasi masuk ke laptop Nabila dan beberapa informasi penting untuk Nabila baca tanpa bisa melewatkan sedikitpun informasi penting itu.


Nabila,mulai membaca satu persatu notifikasi yang masuk ke dalam novel onlinenya dan beberapa informasi penting mengenai hadiah yang pantas untuk dia terima sebagai pemenang lomba menulis novel online dengan hadiah yang fantastis.


"Akhir bulan ini hadiah nya di berikan?".Teriak histeris Nabila,tak bisa m menutupi kebahagiaan nya atas informasi penting yang dia terima.


Beber notifikasi juga tak kalah pentingnya dari sekedar informasi,dimana ada beberapa pesan dan kesan yang di tulis oleh penikmat karya fiksi Nabila yang merasa puas dan terbawa suasana dan ada pula yang langsung menyatakan perasaannya pada sang author hebat,Nabila Kemala.


"Apa aku gak salah baca?".Nabila,terus memikirkan salah satu rider nya yang dengan secara langsung dan gamblang malah menyatakan perasaannya terhadap dirinya dan bukan pesan biasa seperti rider lainnya.


"Mario".Nama itu yang terlintas di pikiran Nabila,tapi Nabila kembali menepis praduga nya yang mungkin itu adalah bukan Mario seperti pikirannya yang terus memikirkan mario, beberapa hari lalu.


Dengan segera Nabila,menutup platform novel online dan mulai Menganti pakaian dengan pakaian rumah,bersiap untuk makan siang tanpa harus memikirkan Mario ataupun Nathan sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2