Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 15


__ADS_3

Sudah sejak tadi Nita terus mondar-mandir di depan pintu kelas menanti kehadiran Nabila yang tak biasanya datang terlambat.Sebelumnya Nita sudah berkunjung ke perpustakaan, tempat dimana Nabila sering menghabiskan waktu senggangnya.Tapi,tak ada Nabila disana, waktu pun sudah menunjukkan jam pelajaran akan di mulai.


Resah, gelisah dan khawatir Nita terhadap keberadaan Nabila yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya.Beruntung guru di jam pertama juga belum masuk ke kelas.


"Gelisah amat nunggu si pintar.Kenapa,takut kehilangan sumber ide dan contekan yah?".Ucap Nathan,memanas-manasi Nita yang tengah khawatir menantikan kehadiran nabila.


Nita,menoleh kearah Nathan yang berdiri tak jauh darinya.Dapat dia lihat di ketua kelas,rival abadi Nabila tengah tersenyum penuh kemenangan.


Nita, menghampiri Nathan yang seperti merasa senang dengan ketidakhadiran Nabila apalagi mungkin Nabila membolos untuk pertama kalinya.


"Jaga omongan loe,kalau loe ingin bersaing?,bersaing lah secara sportif".Ancam Nita,sembari memegang kerah baju Nathan.


"Hah".Nathan,menepis tangan Nita yang memegang kerah bajunya.Seenak nya saja Nita memberikan ancaman di sertai dengan sindiran.


Nita,tersentak ke belakang karena tepisan tangan Nathan yang cukup keras jelas tak bisa di bandingin dengan tubuh dan kekuatan nya.

__ADS_1


"Loe,anak orang kaya mau aja berteman dengan orang miskin".


"Lebih baik berteman dengan orang miskin daripada berteman dengan orang yang tak punya etika".Skak nita.


Di berikan balasan menohok,membuat Nathan diam seribu bahasa.Tak menyangka dengan balasan telak dari Nita,yang notabenenya selalu berteman dengan orang selevel dengan nya.


Di saat itu lah,di saat Nita yang sudah frustasi dan putus asa.Nabila tiba-tiba berdiri di hadapan Nita dengan di belakangnya pak mario.


Nita, membelalakkan mata.Bukan karena Nabila datang bersamaan dengan pak mario,tapi mata Nabila yang sembab dan sedikit bengkak seperti habis menangis seharian.


"Nabil,kau kenapa?".Tanya Nita, khawatir sembari terus menyeret paksa Nabila masuk ke dalam kelas.


Sementara pak Mario,ternganga dengan kelakuan Nita yang mencampakkan nya dan bahkan tak melihat keberadaan nya.Berbeda dengan Nathan yang terlihat kecewa karena ternyata rival abadinya tak membolos seperti dugaan nya.


Dengan berat hati,Nathan masuk ke kelas tanpa memperdulikan keberadaan pak Mario yang sedari tadi memperhatikan interaksi muridnya.

__ADS_1


Pak Mario, bergeleng-geleng kepala.Muridnya ini ternyata tak ada satupun yang bersikap hormat dan santun pada gurunya sendiri.


Pak Mario,juga ikut masuk ke kelas sebab di jam pertama ini adalah jam pembelajaran nya,yaitu sosiologi.


"Assalamu'alaikum".Pak Mario mengucapkan salam,di tengah murid yang mengerubungi meja Nabila.


Tak ada yang memberikan balasan salam dari pak mario, kesemuanya fokus mengkhawatirkan keadaan Nabila yang nampak mengkhawatirkan terkecuali Nathan yang bersikap acuh tak acuh dan bahkan tak peduli.


Brak


Pak Mario, menggeplak meja dengan begitu kerasnya meminta perhatian dari semua murid yang tidak membalas salamnya bahkan mengabaikan keberadaan nya.


Karena bunyi meja yang keras itu tak sedikit murid yang melihat dan menyadari keberadaan guru mata pelajaran sosiologi yang sudah berdiri dengan tegap nya.


"Peduli boleh,tapi jangan sampai mengabaikan keberadaan guru mu".Hardik pak mario.

__ADS_1


Semua murid saling berhamburan duduk di mejanya masing-masing dengan perasaan menyesal dan takut.Takut,jikalau pak Mario memarahi mereka.Mungkin pula menghukum mereka.


__ADS_2