Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 176


__ADS_3

"Ehem...."Belum sempat Nabila menjawab pertanyaan Nathan, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara orang yang seperti memperolok mereka.


Nathan,reflek menjauh dari Nabila dan menghampiri orang yang telah menganggu mereka dalam jarak yang terlalu dekat.


"Ngapain loe kesini?".Tanya Nathan,kesal.Baru juga dia hendak bermesraan dengan Nabila di momen langka dan tak ada satu orang pun yang melihat apalagi mengetahui nya.


Tapi, nasibnya tak semulus mario putra Darmawan dan dia harus kembali bersabar kala teman laknat nya menganggu usaha nya yang telah lama dia susun di momen yang dia nantikan.


"Kenapa?,kalau gue gak ada disini?,apa yang ingin loe lakuin pada Nabila?".Gumam Noval setengah berbisik.


Nathan,menoleh kearah nabila.Takut Nabila mendengar ucapan Noval.Nathan, buru-buru menyeret Noval keluar dan meninggalkan Nabila tanpa sepatah katapun.


Nabila, hanya bergeleng-geleng kepala melihat tingkah laku Nathan dan Noval.Sudah hal lumrah mereka lakukan kepada dirinya, seharusnya Nabila tak terkejut,tidak pula merasa kecewa.Toh,mereka memang seperti itu.

__ADS_1


Satu yang Nabila pertanyakan adalah sikap dan tutur kata Nathan yang mendadak lebih halus dan baik terhadapnya berbeda dengan sikap nya yang dulu-dulu dia tunjukkan kepadanya, sangat jauh berbeda apabila di bandingkan dengan yang tadi dia tunjukkan.


"Lupakan Nabila,mungkin itu hanya sebuah kebetulan belaka.Jangan terlalu di pikirkan,fokus tetap fokus bil".Nasehat Nabila untuk dirinya sendiri agar tak terkena dan termakan bujuk rayu Nathan yang mungkin itu hanyalah sebuah jebakan.


...****************...


Noval,yang sudah duduk di kantin dengan anggota geng nya yang lain menatap heran pada si ketua geng.Tak biasanya Nathan absen nongkrong di pagi hari bersama dengan anggota geng nya, Kalau pun ada halangan pasti Nathan akan mengabarinya dan bukan menghilang tanpa jejak.


Nomer ponselnya pun mendadak tak bisa di hubungi dan keberadaan Nathan yang menjadi misteri bagi dia dan teman-temannya .


Noval,nampak berpikir dan merenung.Dia juga tidak tau keberadaan Nathan,nomer ponselnya pun tak dapat di hubungi.Rasa penasaran begitu menyerang diri Noval.


Plak

__ADS_1


Noval memukul meja dengan keras dan hal itu menjadi pusat perhatian semua orang,tapi Noval tak peduli dengan tatapan tajam yang terarah pada nya.


"Ini tidak bisa di biarin,biar gue cari tau keberadaan Nathan".Ucap lantang Noval sembari berdiri hendak pergi.


Anggota geng yang lainnya, mengangguk setuju.Biasanya Noval akan selalu bersama dengan Nathan pun sebaliknya,Nathan yang selalu berada dekat dengan Nathan.Keduanya tak pelak saudara kembar yang tidak bisa di pisahkan.


Noval,melenggang pergi setelah mendapatkan desakan dan juga persetujuan dari anggota geng nya tanpa tau kemana dia harus pergi,satu yang pasti dia harus menemukan Nathan dimana pun dia berada.


Noval berjalan kesana-kemari,mencari keberadaan Nathan,termasuk ke tempat yang biasanya sering dia datangi.Tapi,sebelum dia sampai ke tujuan ekor mata Noval menangkap benda yang di miliki oleh Nathan.


"Sejak kapan Nathan suka pergi ke perpustakaan?".Tanya Noval, keheranan dengan di temukan nya sepasang sepatu yang dia yakini adalah milik Nathan.


Tak ingin di hantui oleh rasa penasaran.Noval memutuskan untuk masuk ke perpustakaan,mengingat sepatu itu memang milik Nathan dan dalam edisi terbatas.

__ADS_1


Begitu dia masuk.Alangkah terkejutnya Noval dengan pemandangan yang tersaji di depan matanya dan terbilang langka.


"Ehem..."


__ADS_2