Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 53


__ADS_3

"Assalamu'alaikum".Nabila mengucapkan salam pada pemilik rumah dengan menenteng berbagai belanjaan bahan-bahan untuk berjualan.


Nabila, melangkah masuk kala tak ada orang yang menyahuti salam nya.Ada banyak hal yang harus dia lakukan untuk mencapai ambisi dan keinginan nya yang belum tercapai sampai sekarang.


"Kakak kapan pulang?". Dengan suara Manha,si kecil Nisa menghampiri Nabila yang baru melangkah masuk ke dalam dan di sambut oleh suara khas anak kecil.


Nabila,mengelus puncak kepala Nisa."Barusan kakak mengucap salam,tapi tak ada sahutan dari dalam".Kata Nabila, tersenyum pada Nisa yang ketahuan tidur siang lagi dan baru begitu Nabila menginjakkan kaki masuk ke dalam.


Nisa,tertunduk malu.Salsm dari kakaknya tak begitu dia dengar sebab dia masih berada di alam mimpi baru saat Nabila masuklah dia bangun dari mimpinya dan menyambut kedatangan Nabila dengan rambut berantakan dan Jawa mengantuk masih ada.


"Hehe...Aku tidur kak".Nisa menyengir kuda sembari menjelaskan di balik salam kakaknya yang tidak ada jawaban.


Nabila mendongakkan wajah adiknya dan mencubit pipi kanan bisa dengan gemasnya."Iiih...Kamu gemas deh".Kata Nabila,dia menurunkan sekantong plastik berukuran besar dan mulai menggelitik tubuh Nisa.

__ADS_1


Si kecil Nisa,tak sempat menghindar dari serangan Nabila yang mendadak dan tanpa terduga.


"Geli kak..AW.. Ampun".Nisa tak mampu melawan serangan kakaknya yang menghujam seluruh bagian tubuh Nisa Tanpa ampun.


Di ambang pintu dapur,tak jauh dari posisi Nisa dan Nabila.Ibu martinah terlihat tersenyum simpul sambil bergeleng-geleng kepala dengan kelakuan kedua anaknya,permata hatinya yang menyemangati hari-hari nya.


Ibu martinah, berjalan menghampiri kedua putrinya yang sedang asyik bercanda sembari bermain dengan begitu bahagianya.


"Wleee. Rasakan serangan dari ku".Nisa menjulurkan lidahnya pada Nabila yang telah berani melawannya tanpa ampun.


"Nisa,Nabila hentikan permainan kalian ". Instruksi ibu martinah yang membuat Nabila dan Nisa terdiam,tak lagi melanjutkan permainan mereka.


"Nisa,kamu cepat cuci muka, jangan lupa rapihkan rambut mu yang berantakan dan kamu Nabila,cepat ganti baju kamu dan pergi ke dapur ".Seru ibu martinah, memerintahkan kedua anaknya dengan lantang dan tegas.

__ADS_1


Nisa dan Nabila,tak perlu di kasih tau dua kali.Kedua gadis berbeda generasi itu melaksanakan titah ibu martinah tanpa membantah.Nisa pergi ke kamar mandi sedang Nabila pergi ke kamar nya.


Ibu martinah, bergeleng-geleng kepala dan bersyukur atas kehadiran kedua putrinya yang tanpa membantah menuruti perintahnya.


Ibu martinah,kembali ke dapur melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti karena permainan dari kedua putrinya sembari tak lupa menenteng sekantong plastik berisi belanjaan bahan untuk jualan.


Ibu martinah,duduk berjongkok sembari mengeluarkan satu persatu bahan belanjaan yang sudah di beli oleh Nabila dan menghitung nya satu persatu,takut ada yang kurang atau mungkin terlalu berlebihan.


"Anak itu, ternyata keras kepala sama seperti ayah nya".Gumam ibu martinah, membayangkan kesamaan sifat antara Nabila dan almarhum suaminya.


Setelah selesai dengan hitung-menghitung bahan untuk jualan.Ibu martinah, mempersiapkan bahan dan alat tempur untuk membuat barang dagangan yang siap di jual oleh Nabila esok hari.


"Bu,kita bikin nya yang banyak yah".Kata Nabila,sembari menghampiri ibu martinah yang sudah siap dengan alat tempurnya.

__ADS_1


__ADS_2