Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 172


__ADS_3

Bersamaan dengan Nabila bangun dari alam sadarnya secara mendadak dan di kejutkan oleh suara alarm yang berbunyi cukup nyaring,ada seseorang di balik layar yang harus menahan kantuknya demi menanti sebuah kelanjutan cerita yang di tulis dan di update oleh Nabila.


Seseorang itu bahkan tidak tidur semalam karena melihat akun Nabila yang masih aktif dan menyala sepanjang malam hari dan dirinya yang aktif memberikan semangat dan motivasi terhadap Nabila yang baru merintis usaha dengan sejuta harapan dan impian.


"Hoam.."Pria itu menguap, menandakan dirinya mengantuk dan kelelahan akibat matanya yang di paksakan.


Alih-alih pergi tidur dan beranjak ke tempat tidurnya.Pria itu malah dengan semangat memberikan jejak berupa tanda'❤️' dan beberapa kata motivasi di dalamnya dengan harapan Nabila bisa bersemangat meningkatkan kualitas menulis nya tanpa celah dan kesalahan sedikitpun.


"Nabila,aku hanya memberikan mu dukungan di balik layar dan tak sempat bahkan mungkin tidak akan pernah memberikan mu dukungan secara langsung,tapi aku berharap kau bisa merasakan kehadiran ku".Gumam pria itu,sebelum diri mematikan sambungan laptopnya dan menutup nya untuk melanjutkan aktivitasnya.


...----------------...


Nabila berangkat sekolah kembali tidak berjualan,bukan dia yang meminta,bukan pula dia berleha-leha setelah keinginannya terwujud akan tetapi ibu martinah yang tidak enak badan dan menyuruh Nabila untuk libur sementara waktu dari kegiatan berdagang nya yang selama ini mampu menutupi kebutuhannya.

__ADS_1


Nabila,menenteng tas laptopnya bukan berarti pamer akan tetapi tas punggungnya yang telah lusuh bahkan mungkin tak layak pakai memaksa Nabila untuk menenteng tas laptopnya.


"Kak,gak jualan lagi?".Tanya bocah gembul, membuyarkan lamunan Nabila.


Pertanyaan yang tiba-tiba dan tak terduga itu membuat Nabila mengerjap kala dirinya kembali melamun.memikirkan rider misterius nya yang telah memberikan motivasi untuk dirinya.


Nabila,menoleh kearah sumber suara."Gak dek,ibu kakak sedang sakit".Jawab Nabila memberikan penjelasan untuk bocah gembul itu.


Nabila, hanya bergeleng-geleng kepala mendengar jawaban dan tingkah laku dari bocah gembul tersebut.Menggemasjan tingkah lakunya mengingatkan Nabila pada sang adik.


"Andai,dia adik ku akan aku cubit pipinya dengan sekeras mungkin".


"Jangan dong,dia manusia bukan boneka".Hardik seseorang yang tiba-tiba menyambar ucapan nabila.

__ADS_1


Nabila,menoleh kearah sumber suara yang berada tepat di sampingnya dan bahkan berjalan berdampingan tanpa Nabila sadari.


"Kau..."Nabila sampai tak bisa mempercayai apa yang di lihatnya, seseorang yang tidak pernah berangkat sekolah dengan berjalan kaki, tiba-tiba sudah berada disampingnya dengan sombongnya.


"Kenapa?,kau tidak percaya?,gue ini manusia bukan malaikat bukan pula setan".Sahut pria itu yang menatap sinis kearah nabila.


"Yah,siapa juga yang bilang loe malaikat.Loe. lebih pantas di bilang setan".Sahut Nabila,sembari mencebikkan bibir nya kesal.


Pria itu terlihat memutar matanya jengah,tak ada kalimat pujian yang terlontar dari bibir wanita yang menjadi rival debat abadi nya bahkan dia terlihat menahan tawanya kala dia sudah berhasil meledeknya.


"Kalau mau tertawa jangan di tahan.Jarang-jarang kan loe bisa tertawa jika berada di dekat gue?".Sindir pria itu.


Nabila, memutuskan untuk berjalan lebih cepat dari pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nathan yang dengan kejadian langka nya dia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.

__ADS_1


__ADS_2