Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 36


__ADS_3

Mario putra Darmawan, setiap pagi dia selalu menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan.Dia,memang termasuk guru teladan pergi ke sekolah di pagi buta tak seperti rekan guru lainnya.


Mario,sengaja pergi ke sekolah di pagi buta agar dia bisa memantau dan melihat Nabila berjualan atau hanya sekedar menempelkan karya fiksi nya.


Dari kejauhan dapat dia lihat, kehadiran Nabila yang menggunakan baju Pramuka dengan menenteng kertas HVS di genggaman tangan nya bukan lagi sekantong plastik berisi dagangan nya.


Mario, tersenyum kala langkah kaki Nabila menuju ke perpustakaan.Sudah dia pastikan Nabila hendak menempelkan karya fiksi nya di Mading perpustakaan.Karya fiksi berupa cerbung yang setiap hari pasti update tentang kelanjutan ceritanya dari tulisan tangan murid tangguh penuh perjuangan.


"Baru mampir lagi,bil?".Susah payah Mario bertanya, mengalahkan egonya.


Ulasan senyum Nabila berikan untuk guru dermawan nya,bukan bermaksud sombong.Tapi,Nabila tak ingin kecolongan lagi seperti kemarin.


Mario,membalas senyuman manis Nabila.Senyuman itu seakan menjadi amunisi di pagi hari,penyemangat Mario dalam menjalani aktivitas nya.

__ADS_1


Mario, membiarkan Nabila menempelkan karya fiksi nya di Mading tak seperti kemarin yang bertingkah di luar kendali.


Nabila,punyak kesulitan lagi menempelkan karya fiksi nya di Mading.Sehingga Mario tak punya alasan untuk melakukan hal yang sama seperti kemarin.


Mario, memperhatikan tangan Nabila yang tak menenteng sekantong plastik berisi barang dagangan nya,tidak pula ada hal yang Nabila bawa untuk di di jual.


"Kau tidak jualan hari ini,bil?".Tanya mario, penasaran dengan tangan kosong Nabila yang tak membawa barang dagangannya.


"Hari ini aku libur dulu pak.Saya permisi".Pamit Nabila, tanpa menunggu jawaban dari pak mario.


"Ada apa dengan dia?,apa yang dia sembunyikan?".Mario menerka-nerka tentang perubahan sikap Nabila,dia sempat melihat mata Nabila yang sembab kendati Nabila seringnya menunduk.


Mario, melihat kearah Mading tempat Nabila menempelkan karya fiksi nya.Ada rasa penasaran yang menyeruak dalam diri Mario terhadap sikap Nabila.

__ADS_1


Penasaran dengan karya fiksi nabila,Mario melihat keseluruhan isi karya fiksi nabila yang kali ini di tulis agak panjang dari biasanya sampai 3 bab penuh Nabila mengupdate karya nya.


'Dear novel'.Itu judul cerbung Nabila,yang baru di tulis dan di update untuk pertama kalinya.


Mario dengan seksama membaca keseluruhan isi cerbung Nabila, tanpa terjeda.Isi cerbung yang mengungkapkan isi hati dan pengalaman Nabila.Tanpa terasa,Mario meneteskan air matanya.


"Ternyata hidup mu memang sulit,nabil tanpa ada yang bisa memahami setiap penderitaan mu".Gumam Mario,terharu akan kisah Nabila yang dia tuliskan dalam karya fiksi.


Bel berbunyi menandakan jam pelajaran pertama akan di mulai.Mario, tanpa sadar berdiam diri cukup lama sambil sesekali menatap kembali karya fiksi karangan Nabila.


Waktunya Nabila,pergi ke ruang guru untuk menyiapkan bahan pelajaran beserta dengan buku pembelajaran.


Mario,bergegas pergi dengan terlebih dahulu menyeka air mata yang menetes tanpa permisi setelah membaca karya fiksi milik nabila.

__ADS_1


Perasaan iba dan kagum berubah menjadi rasa sayang.Mario mengakui menyayangi Nabila dan mencintai gadis tangguh itu dalam diamnya.


Mario,ingin selalu berada di sisi Nabila, melindungi dan menjaganya.Menawarkan bahu nya untuk bersandar dan menempatkan dia menjadi teman,sahabat dan kakak bagi nabila.


__ADS_2