
Nabila, memilih berjalan cepat buka hanya karena ingin menghindar dari Nathan akan tetapi waktu tanpa terasa sudah mulai gelap dan hari sebentar lagi akan berganti dengan cahaya rembulan.
Keasyikan menulis cerita,hingga dia lupa waktu dan mungkin jika tak ada Nathan dia akan semakin betah dan berlama-lama berada di perpustakaan demi menyelesaikan karya fiksi nya.
"Tunggu!".Teriak Nathan yang berusaha mengejar Nabila yang semakin mempercepat jalannya seperti ingin menghindari nya,entah karena hari sudah semakin gelap?.
Nabila,tak menggubris teriakan Nathan yang mencoba untuk mengejarnya.Masa bodoh bagi nabila,bila pun dia harus berterimakasih pada Nathan yang sudah mengingatkan dia akan waktu yang semakin gelap.
"Aku harus cepat sampai rumah".Gumam Nabila,tak ingin orang rumah semakin mengkhawatirkan nya akan keterlambatan nya pulang ke rumah.
"Wey..."Langkah kaki Nabila harus terhenti kala sebuah tangan di sertai dengan teriaki menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
Pemilik tangan itu tak lain dan tak bukan adalah Nathan yang ternyata berhasil mengejar dan menghentikan langkah kaki Nabila bahkan dia sudah berdiri tepat di depan Nabila dengan wajah memelas.
"Kau boleh marah pada ku,tapi bukan berarti kau harus menghindari ku.Kau boleh semangat tapi kau jangan pernah lupa akan segala sesuatunya...."
Nathan terus mengoceh tanpa memperdulikan Nabila yang sedari tadi cemas,gelisah memikirkan orang-orang rumah yang mungkin juga sama tengah memikirkan nya.Nathan,selalu ada dan hadir sebagai pengganggu bagi hidup Nabila,untuk bernapas pun sepertinya tak di berikan kesempatan oleh seorang Nathan anumerta.
Nabila, hanya memijat pelipisnya sembari merasakan muak mendengarkan ocehan Nathan yang seperti radio rusak,tak enak di dengar.
"Stop!".Teriak Nabila,sembari meletakkan tangan di bibir Nathan yang tak henti-hentinya terus mengoceh tak karuan.
"Cukup Nathan,kau tau hati sudah menjelang malam dan aku harus cepat sampai ke rumah".Jelas Nabila,nampak raut kekhawatiran dan cemas yang luar biasa di wajah Nabila yang cantik mempesona.
__ADS_1
Nathan,tak bisa berkata-kata sampai tangan Nabila tak lagi menyentuh bibirnya dan Nabila yang menjelaskan segala kecemasan nya,tapi dengan seenaknya Nathan seakan menahan dirinya.
"Aku mohon, biarkan aku pergi".Pinta Nabila dengan wajah memelas.
Sekali lagi,Nathan tak menghiraukan ucapan Nabila dan justru dia semakin mati kutu.Entah apa sebabnya,tapi pergerakan kecil dari Nabila telah meruntuhkan pertahanan nya dan mengalihkan dunia nya.
Tak ada pergerakan dari Nathan, bahkan dia pun seperti orang yang linglung dengan tatapan mata kosong dan anggota tubuhnya yang tak dapat bergerak.Hal ini,di manfaatkan Nabila untuk pulang tanpa gangguan Nathan lagi.
"Masa bodoh dengan dia".Gumam Nabila,sembari pergi meninggalkan Nathan yang mendadak diam bak boneka yang tak bisa bergerak.
"Kau ***_"Belum sempat Nathan menyelesaikan ucapannya setelah terdiam cukup lama,Nabila susah tak ada lagi di hadapannya.
__ADS_1
Nathan, celingak-celinguk kesana-kemari mencari keberadaan Nabila yang sayangnya ternyata tak ada dimana pun.Sampai dia berlari kesana-kemari pun,Nabila tetap tidak di temukan.
"Nabila...Nabila...Nabila..."Teriak Nathan kalap, padahal hari sudah semakin gelap hanya ada suara kicauan burung hantu yang menyahuti teriakan Nathan yang malang.