
"Ibu.."Nabila,sekuat tenaga bercerita tentang masalah hidupnya,sekuat tenaga pula dia mulai membuka percakapan.
Mario, dengan seksama mendengarkan ucapan Nabila yang hanya terdiri dari satu kata.Namun,mengandung banyak makna.
"Ibu...Ibu aku sakit".Kata Nabila,tanpa menoleh kearah mario."Aku gak punya uang untuk membawa ibu ku berobat,kemarin saja kami mengandalkan belas kasihan dari tetangga kami,untuk makan dan berobat". Dengan suara bergetar Nabila mulai menceritakan segala permasalahannya.
Mario,sedari tadi hanya diam menyimak cerita Nabila yang di ucapkan dengan suara pelan bahkan lebih pelan dari suara angin lalu.
Dapat,Mario pahami masalah yang di hadapi oleh Nabila.Tak mudah memang,bagi dia menghadapi cobaan hidup.
Mario,bangkit berdiri berjalan menghampiri Nabila yang diam tertunduk,sesekali dia terlihat menyeka air matanya yang jatuh tanpa permisi.
Mario,duduk di samping Nabila mengelus puncak kepala Nabila yang terbungkus jilbab putih kekuning-kuningan.
"Masalah mu, adalah masalah ku.Berbagi cerita lah dengan ku Nabila,anggap aku ini adalah kakak,teman dan sahabat yang bisa kamu mintai pendapat dan berbagi setiap masalah mu".Ucap Mario, memberi nasehat.
__ADS_1
Nabila,hanya mengangguk.Tak mengiyakan,tidak pula menolak usulan Mario.Dia bercerita pun karena Mario yang mengajaknya ke ruangan nya dengan tujuan tak pasti yang di sinyalir pak Mario ingin mendengar masalah nya langsung dari dirinya sendiri.
Pak Mario,duduk bersebelahan dengan Nabila.Dia tatap sekali lagi wajah sedih Nabila yang dia sembunyikan sekuat dan sebisanya.
"Gadis tangguh".Gumam mario.
Nabila,masih betah menundukkan pandangan nya.Tanpa menoleh ke sekitarnya,air matanya masih menetes dan dia tak mampu lagi bercerita tentang masalah hidup yang menghimpit nya.
Mario,paham dengan keadaan Nabila.Dia bangkit berdiri lagi,dan mengambil nasi 3 nasi bungkus yang tergeletak di depan mejanya sebagai jatah makan untuk dirinya.
Diam,Nabila tetap diam tak menoleh apalagi berbicara.Dia tetap menunduk,tak beraksi setelah dia menceritakan masalah hidupnya.
Mario,duduk kembali di samping Nabila,dia meletakkan 3 bungkus nasi itu di pangkuan Nabila."Ini untuk kamu,ibu kamu dan adik kamu.Ambillah Nabila, jangan sungkan, jangan malu ".
Nabila, mengangguk."Terimakasih ".Katanya tanpa menoleh.
__ADS_1
Mario,mengelus puncak kepala Nabila lagi dan tersenyum pada anak didiknya yang tangguh dan pantang menyerah.
"Kamu boleh pulang sekarang,Nabila.Sampaikan salam ku pada ibu dan adik mu".
Nabila,tak perlu di suruh dua kali.Toh,dari tadi ini yang dia tunggu bahkan saat jam pelajaran di mulai pun, pikiran nya terus tertuju pada orang-orang rumah.
"Tunggu".Teriak Mario,di langkah kaki Nabila yang ke-3.
Nabila, menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan."Kenapa pak?".Tanya Nabila keheranan.
Mario, menghampiri Nabila yang hendak pulang."Aku tau kamu gadis yang tangguh,pantang menyerah dan hebat.Kamu wanita yang kuat, jangan lupa berbagi masalah mu dengan orang lain atau kau bisa ikut lomba menulis novel.Dapatkan hadiahnya dan tulis masalah mu disana dengan begitu kau bisa menginspirasi orang lain lewat tulisan dan karya mu".Usul Mario, menyerahkan selembaran brosur pada Nabila.
Malu-malu dan segan Nabila mengambil brosur yang di sodorkan oleh Mario.Tapi,Mario tersenyum meyakinkan Nabila dengan malu-malu Nabila mengambil brosur itu.
"Lomba menulis novel dengan berbagai tema dan hadiah nya... Wow".Nabila,tak bisa mempercayai apa yang dia baca dari brosur pemberian Mario.
__ADS_1
Refleks Nabila,menoleh kearah mario.Seakan ini mimpi baginya."Mimpikah aku atau memang ini nyata?".