Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 179


__ADS_3

Pulang sekolah, sesuai izin dari petugas perpustakaan dan sesuai dengan rencananya.Nabila pergi ke perpustakaan untuk melanjutkan menulis novel onlinenya yang hanya tinggal beberapa bab saja,Nabila bisa menyelesaikan karya fiksi nya di waktu yang semakin merangsek maju.


Seandainya,tidak ada halangan sudah sedari kemarin Nabila menyelesaikannya dan hari ini tinggal menunggu pengumuman pemenangnya dengan hadiah fantastis.


Di semangati oleh rider onlinenya,Nabila semakin bersemangat menyelesaikan dan menulis rangkaian kata demi kata agar menjadi sebuah cerita yang menarik dan di minati oleh kalangan pecinta karya fiksi.


Siang hari ini pula,Nabila harus menyelesaikan nya dan esok lusa dia bisa menikmati sembari mengoreksi kesalahannya agar tulisannya mudah di mengerti dan tidak terdapat kesalahan satu pun.


Nabila,masuk ke ruangan perpustakaan layaknya rumah sendiri.Leluasa dan bisa keluar-masuk perpustakaan tanpa perlu izin apalagi ada hambatan.


"Nabila,kau jadikan pulang lebih lambat?" Tanya petugas perpustakaan, begitu Nabila sudah masuk ke ruangan perpustakaan dengan semangat nya.


"Iya Bu, sesuai yang saya ucapkan kemarin dan maaf yah Bu ruangan nya aku pakai dulu".Jawab Nabila sembari menunduk tak enak hati.

__ADS_1


Petugas perpustakaan itu tersenyum."Gapapa bil,anggap saja rumah sendiri.Perpustakaan ini akan selalu terbuka untuk mu dan kau bisa menggunakannya sesuka hati mu asal tau aturan nya".Jelas petugas perpustakaan,tak masalah dan memperingatkan Nabila dengan aturan-aturan perpustakaan.


Nabila,mengangguk.Sudah tahu dan sudah di perjelas kemarin siang oleh petugas perpustakaan setelah mendapatkan izin menggunakan ruangan perpustakaan.


"Iya Bu".Nabila, memberanikan diri untuk menatap petugas perpustakaan ini dan mengucapkan beribu terima kasih lewat tatapan matanya.


"Yah sudah bil,ibu pulang dulu.Jangan lupa pesan ibu,taati peraturan perpustakaan ".Nasehat petugas perpustakaan sekali laju sebelum melenggang pergi, meninggalkan Nabila agar dia bisa leluasa menggunakan ruangan perpustakaan sesuka hatinya dengan aturan yang ada.


Nabila,sudah siap tempur dengan laptopnya yang selalu dia bawa dan setia menemaninya dengan harapan bisa mengubah nasib nya.


Lelah jiwa dan pikiran nya tak membuat Nabila berputus asa apalagi harus mengurungkan niatnya untuk menyelesaikan bab terakhir karya fiksi nya.


Nabila,menarik salah satu kursi yang berjejer rapih tempat membaca buku dan mengeluarkan laptop dari tas nya.

__ADS_1


Di hidupkan nya layar laptop dan membuka aplikasi novel online di salah satu platform,sebelum Nabila mulai menulis.Dia melihat kolom komentar dan jumlah view dalam semalam.


"Waw ...". Nabila terpukau sekaligus terkejut dengan jumlah view,komentar dan jejak yang di tinggalkan di novel online nya.


Jumlah view nya yang melonjak naik dalam semalam, berbagai komentar positif dan motivasi memenuhi kolom komentar dan beberapa emoticon yang menambah semangat Nabila.


"Kalau begini caranya,aku semakin bersemangat".Ucap Nabila,menahan rasa terkejut dan histeris nya, jangan sampai dia berteriak dan bisa di dengar oleh orang lain.Bisa-bisa dia di laporkan dan bahkan terancam tak di beri izin lagi.


Nabila,mulai mengetikkan beberapa kata di tools bar laptop, jari-jemari nya begitu lihai menari-nari sejalan dengan pikirannya yang semakin berjalan dengan cepat dan semangatnya yang semakin menggebu-gebu.


Brak


Satu lagi ketenangan Nabila terganggu, pikirannya terhenti, hatinya was-was dan jari-jemari nya mendadak berhenti.

__ADS_1


"Ada apa?".Tanya Nabila, was-was.


__ADS_2