Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 219


__ADS_3

Waktu terus bergulir terasa lebih cepat bagi Nathan yang sedang mencoba peruntungannya dengan terus mengusik dan mempermalukan Nabila,tapi lagi-lagi segala usahanya tak membuahkan hasil.Seperti katanya pada Noval yang seolah Nabila selalu di lindungi oleh dewa amor,selalu saja ada yang melindungi di setiap langkah kaki nabila.


Waktu seharian telah usai dan berlalu dengan cepat, begitupun dengan hari-hari berikutnya yang terus bergerak tiada henti.Segala usaha Nathan masih belum menemui keberhasilan dan Nabila yang selalu mendapatkan kemenangan dan peruntungan atas sikap dan tutur kata Nathan terhadap nabila.


Tak terasa hari dimana hadiah yang di janjikan telah tiba.Nathan,begitu antusias mengangkat piala dan mempersembahkannya pada guru dan teman-teman nya.Senada dengan Nabila,yang juga ikut menantikan hadiah itu telah rampung di umumkan dengan berbagai hadiah yang fantastis dan juga menggiurkan.


Sejak pagi ini,Nabila tak luput dari layar laptopnya.Terus memantau novelnya dan juga pengumuman yang di nantikan selama satu Minggu ini.

__ADS_1


Nabila dan Nathan seakan di lupakan oleh sebuah hadiah yang pantas mereka dapatkan dan di nanti-nantikan dan bahkan melupakan satu sama lainnya.Pagi ini pula mereka tak saling bertemu untuk say 'hello' atau sekedar saling melemparkan kata sindiran terhadap satu sama lainnya seakan itu sudah menjadi rutinitas mereka dalam keseharian penuh.


Nathan tengah berkumpul dengan teman-teman nya untuk sekedar bercengkrama dan menyambut kemenangan mereka,sedang Nabila tengah duduk di bawah pohon yang ada di dekat perpustakaan tengah menatap layar laptopnya dengan seriusnya tanpa ada gangguan lagi dari Nathan yang selalu usil menganggu kesehariannya bahkan Nabila bisa bernapas dengan lega tanpa ada debu polusi.


Duduk sambil bertopang dagu,tak lupa mata terus memantau kearah layar laptop seakan tak pernah jemu apalagi pegal yang di rasakan oleh Nabila demi mendapatkan kabar yang selama ini telah di nantikan dengan sabar.


"1...2..."

__ADS_1


Jantung Nabila berdegup lebih kencang dari menantikan pengumuman nama author yang menjadi pemenang lomba menulis novel online.Hati Nabila di hantui oleh rasa gelisah tak karuan demi melihat dan menyaksikan sendiri hadiah yang berhak dia dapatkan atas kerja kerasnya selama ini demi menulis novel online yang berkesan bagi para pembaca dan penikmat karya fiksi di seluruh dunia.


"....3..".


Tepat,berada di hitungan terakhir jantung Nabila seakan berdegup lebih kencang, matanya seakan ingin keluar dan dirinya tak tahan lagi untuk mengekspresikan diri dan melompat-lompat saking senangnya.


"Yeay..."Teriak Nabila sembari melompat-lompat saking senangnya dia hingga tak tau situasi dan kondisi.Sontak saja hal itu membuat murid yang ada di sekitarnya menoleh kearah Nabila yang melompat-lompat bak anak kecil tak terkecuali Nathan yang tak jauh berada di dekat Nabila yang tengah menantikan sebuah pengumuman kemenangan atas keberhasilannya.

__ADS_1


"Kenapa dia?". Tanya Nathan pada teman-teman nya yang juga melihat dan mendengar teriakan Nabila di sertai dengan lompatan tingginya yang tak tau situasi dan kondisi terhadap sekitar lingkungan sekolah yang sedang ramai-ramainya i padati oleh murid yang tengah bersiap mengikuti pengibaran bendera merah putih yang lazimnya di laksanakan pada hari Senin.


__ADS_2