Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 152


__ADS_3

Langkah kaki Nabila terhenti kala pelupuk matanya tak sengaja menangkap sesosok bayangan pria bertubuh tinggi kekar, dengan senyuman tak lepas terukir dari bibirnya,begitu manisnya hingga tanpa sadar Nabila menghentikan langkah kakinya.Namun, sedetik kemudian Nabila tersadar kembali.


"Apa yang kau lakukan,Nabila?".Gumam Nabila,sembari menundukkan pandangannya ke bawah tanah.


Sayup-sayup Nabila seperti mendengar suara langkah kaki yang seperti nya hendak menghampiri dirinya yang tanpa sadar terpana akan senyuman menawan milik dari pria yang tanpa sengaja dia lihat dan begitu terpana nya Nabila saat dirinya tanpa sengaja melihat senyuman pria itu.Senyuman yang amat langka terjadi.


Di saat itu pula,jantung Nabila terasa berdebar tak karuan seiring dengan langkah kaki pria itu yang semakin mendekat bahkan lebih dekat dari dugaannya.


Nabila,tak berani mengangkat kepalanya demi memastikan pemilik dari langkah kaki yang semakin dekat dengannya, sementara si pemilik langkah kaki nampaknya terhenti dan terdiam tepat berada di depannya.


Nabila,masih bertahan pada penderitanya,dan si pemilik langkah kaki dan si pemilik senyuman manis itu juga melakukan hal yang sama, bertahan pada pendiriannya.

__ADS_1


'Ck,apa dia hanya berdiam diri seperti itu saja?".Gerutu Nabila yang dia ucapkan di dalam hati.


Pria itu terlihat, menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, seperti menantang Nabila yang tanpa sadar terpana oleh senyumnya.


"Ada yang salting nih?".Sindir pria itu sembari terkekeh,meledek Nabila yang tanpa sadar dia terpana bahkan sampai mulutnya menganga.


Nabila, secara perlahan mengangkat kepalanya.Jelas pria ini tak berubah dan selalu membully nabila, apalagi dia ketahuan menatap pria itu dengan mulut terbuka saat pria itu tersenyum manis.


Nathan,yah dialah pemilik senyuman manis itu yang sanggup membuat Nabila sampai menghentikan langkah kakinya dan menatapnya dengan begitu memuja akan ketampanan dan senyuman nya yang tanpa sadar begitu terlihat manis.


Tapi,bukan Nathan namanya jika dia berdiam diri begitu saja.Nathqn mengejar Nabila yang ketahuan terpesona akan senyuman manisnya yang jarang dia tunjukkan.

__ADS_1


"Bener kan loe salah tingkah dengan senyuman manis gue yang tak sengaja gue perlihatkan pada loe".Celoteh Nathan,sembari terus mengejar Nabila yang terus berjalan tanpa henti.


Nabila,tak menghiraukan celoteh Nathan meski jauh di dalam lubuk hatinya dia membenarkan ucapan nathan akan sikapnya tadi.Senyuman Nathan yang tak jarang dia lihat,entah untuk Nabila ada pengecualian nya.


Nabila,sengaja berjalan dengan sedikit berlari untuk menghindari Nathan apalagi sampai melihatkan pipinya yang merona memerah akibat tanpa sengaja terpesona pada senyuman manis Nathan.


"Aku harus lebih cepat".Gumam Nabila, begitu pelan nya agar tak terdengar oleh Nathan yang tanpa pantang menyerah terus mengejar nabila,namun usahanya menemui kegagalan akibat dia tidak mampu menyeimbangkan jalan Nabila yang begitu cepat.


Nathan membiarkan Nabila terus berjalan tanpa mengejarnya,dan hanya memandang kepergiannya dengan bergeleng-geleng kepala.


"Gadis lugu nan polos,baru melihat senyuman manis aja udah luluh bagaimana dengan di berikan kata-kata rayuan?".Gumam Nathan, menatap kepergian Nabila yang berjalan dengan begitu cepatnya.

__ADS_1


Namun, kekaguman Nathan berubah menjadi senyuman penuh dengan kelicikan.Di otak nya sudah tersusun beberapa rencana untuk sekedar mempermainkan perasaan Nabila dengan memanfaatkan keluguannya.


Nathan,berbalik badan dan berlari berlawanan arah dengan Nabila.Dia siap dengan rencana yang ada didalam otaknya.


__ADS_2