
Kejadian kejar-kejaran antara Nabila dan Nita tak pelak mengundang banyak spekulasi dan pertanyaan dan murid yang sedang melakukan ekstrakulikuler di sekolah yang barusan di lewati oleh Nita dan Nabila.
"Ada apa?".
"Mungkinkah mereka bertengkar?".
"Ah, rasanya tidak mungkin mereka bertengkar, hanya sandiwara kali?".
Berbagai pertanyaan silih riuh rendah terdengar memekakkan telinga bak sekumpulan lebah yang lewat.
Nathan tersenyum simpul dengan pertanyaan dan spekulasi dari teman-teman nya.Jika pun itu memang benar adanya,dia punya kesempatan untuk menghancurkan Nabila baik secara fisik maupun mental.
__ADS_1
Nabila yang selama ini mendapatkan perlindungan dari Dewi amor nya,kini Dewi itu telah pergi dengan luka hati yang menganga.
"Kesempatan emas nih,tak boleh di lewatkan".Gumam Nathan, tersenyum penuh kemenangan.Nabila yang menjadi rivalnya kini tak punya kekuatan untuk bisa bertahan di tengah-tengah murid dari kalangan atas.
...****************...
Nabila,di Landa frustasi.Sepulang dari sekolah pun,Nabila banyak nya melamun dan mengurung diri di kamar.Tak mau beraktivitas seperti sedia kala, kegiatan berjualan di malam hari nya terpaksa dia tunda dulu dan pikirannya tiba-tiba buntu untuk merangkai ide demi ide dari sebuah cerita.
Nabila,yang hendak menulis karya fiksi pun hanya bisa melamun sembari terus memain-mainkan bolpoin nya di jari-jemarinya.Setetes demi setetes air mata mulai membasahi pipi tirusnya,tuduhan itu terlalu menyakitkan untuknya , membuat nya kehilangan sahabatnya dan malaikat pelindungnya.
Dalam keadaan sendirian seperti ini,Nabila merasa tak kuat lagi untuk menahan segala rasa kegundahan hati dan beban kehidupan yang terasa semakin menghimpit hidupnya.
__ADS_1
"Andai aku punya pilihan,aku tidak ingin terlahir dari orang miskin?,andai aku punya pilihan,aku juga ingin seperti mereka yang memiliki kekayaan dan kecukupan?,andai_"Nabila menjeda ucapannya,ide menulis nya tiba-tiba muncul tanpa dia sadari akan ucapannya yang di dengar langsung oleh wanita yang melahirkan nya.
Ibu martinah,dia yang khawatir dengan anaknya yang baru pulang sekolah hanya bermuram durja,raut sedihnya jelas terlihat di tambah lagi nabila terus mengurung diri di kamar.Ibu martinah,hendak melihat keadaan nabila,tapi tanpa sengaja pendengaran nya menangkap sesuatu yang aneh.
Putrinya,anak sulungnya yang tangguh dan gigih yang dia kira tak pernah mengeluh akan keadaan dan kondisi hidup nya.Hari ini,tanpa sengaja dia mendengar semua keluhan nya dan menyesal telah lahir di rahim orang miskin seperti diri nya.
Ibu martinah,memegang dadanya amat sakit mendengar pengakuan dari putrinya sendiri yang mengeluh dan menyesali jalan kehidupan nya.
Ibu martinah,terduduk dan terdiam.Sedih rasanya,anak yang kita lahirkan dengan penuh perjuangan malah menyesal lahir dari rahim yang tak di ingin nya.
"Jika pun ibu punya pilihan,ibu juga tak ingin hidup miskin,nak.Ibu tidak ingin melihat penderitaan kalian,namun apa daya ini jalan kehidupan yang di berikan oleh Tuhan untuk kita, maafkan aku yang tak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk kalian ".Ibu martinah,menangis tersedu-sedu sembari berlari dari kamar Nabila tanpa penutup pintu.
__ADS_1