Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 211


__ADS_3

Si kecil Nisa yang polos dan tak mengerti dengan raut penuh kekhawatiran Nabila terhadap keberadaan Nisa dan ibu martinah malah menyengir kuda dan menjelaskan sembari tertawa dengan riang nya.


"Yah,Nabil kami habis membatu tetangga yang akan mengadakan acara hajatan.Hari ini adalah hari terakhir ibu membantu bikin kue dan kita mendapatkan jatah nya".Jelas ibu martinah,menepis segala kekhawatiran Nabila akan keberadaan ibu dan adiknya yang belum kunjung pulang padahal hari sudah petang.


"Oh".Nabila hanya beroh ria,penjelasan ibunya sudah cukup membuat Nabila tenang dan tak khawatir lagi seperti tadi.


"Masuk yuk".Ajak ibu martinah pada Nabila dan si kecil Nisa yang bahkan tengah asyik mengunyah kue yang di kasih oleh pemilik hajat sebagai jatahnya dan juga ibunya.


Nabila juga tidak membantah dan tak menuntut penjelasan apapun lagi pada ibu martinah, baginya ibu dan adiknya sudah pulang pun itu semua sudah cukup.


Nabila,tak lupa membersihkan diri bergantian dengan si kecil Nisa yang bahkan harus ada drama yang tersaji sebelum si kecil Nisa mau membersihkan diri.

__ADS_1


"Air nya dingin kak".Rengek di kecil Nisa,masih tidak mau membersihkan diri.


Nabila sampai harus memutar otaknya agar adiknya bisa mandi cepat tanpa ada tangisan apalagi harus ada drama lagi di malam hari yang mungkin membuat tetangganya terganggu.


"Baik,kakak siapkan air panas dulu nanti Nisa bisa tambahin dengan air dingin sesuai keinginan Nisa".Tawar Nabila membujuk sang adik yang bahkan tidak Sudi mendengar penjelasan dan tawaran dari kakaknya.


"Ok".Hanya itu jawaban dari si kecil Nisa meski dalam hati dia terlihat ogah-ogahan.


Bukan kompor dua tungku, melainkan tempat yang menggunakan kayu bakar sehingga Nabila dan tak bu martinah harus bergantian dengan waktu yang tak sedikit.


Si kecil Nisa harus mandi pada pukul 7,tak mengapa bagi Nabila sebab Nisa menggunakan air hangat sesuai dengan keinginannya yang terpenting Nisa mau mandi.

__ADS_1


Ibu martinah juga tak keberatan harus memanaskan lauk bergantian dengan Nabila sebagai lauk untuk makan malam mereka.


Nabila,Nisa dan ibu martinah duduk saling berdekatan sembari menghadap nasi beserta dengan lauk yang sudah di hangatkan fan tengah bersiap untuk melakukan makan malam.


Si kecil Nisa terus berceloteh dengan Nisa dan ibu martinah yang tak pernah bosan mendengarkan celotehan nisa.


Tingkah nya yang masih kekanak-kanakan adalah sebagai hiburan bagi Nabila dan ibu martinah dengan suara cempreng nya.


"Tadi yah kak,aku main sepeda dengan teman-teman ku eh ternyata si Dani juga malah ikut main sepeda.Yah,gak nyambung lah masa cowok main sama cewek".Nisa menjelaskan sederet aktivitas nya pada Nabila dan juga ibu martinah sembari menyantap makan malam mereka dengan tak jemu terus memperhatikan raut wajah dan bibir nisa yang terus berceloteh.


Nabila, sesekali tersenyum.Pikiran tentang Nathan dan mario seakan teralihkan oleh Celotehan Nisa dan cerita ibu martinah selama membantu membuat kue si tetangganya.Tak lupa Nabila juga ikut menyumbangkan ceritanya selama dia beraktivitas di dalam lingkungan sekolah tapi bukan cerita perlakuan Noval terhadapnya, melainkan kegiatannya selama di perpustakaan.

__ADS_1


"Ibu setuju Nabila, teruslah berkarya sampai karya mu di akui oleh semua orang".Nasehat ibu martinah pada Nabila.


__ADS_2